Pembangunan Hotel dan Mall, Lotim Masih Menanti Keseriusan Investor

302
kali tampilan.
- Advertisement -

LOMBOKita –Pemkab Lombok Timur, hingga saat ini masih mencari dan menunggu investor yang mau berinvestasi, membangun hotel dan mall di terminal Pancor, yang telah lama mmenjadi impian masyarakat Lotim, beberapa kali pergantian bupati, hingga saat ini belum terwujud.

“Hanya Lotim yang belum memiliki mall dan hotel yang repsentatif, sehingga kita menunggu investor yang seriun untuk membangun,” ungkap Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy, usai hadiri paripurna DPRD Lotim, Kamis (16/5).

Dikatakan Bupati, lokasi pembangunan hotek dan mall di terminal Pancor tersebut, bisa saja meluas, bisa memanfaatkan kantor Dinas Perhubungan dan Pusat Pertokoan Pancor, hal ini  juga siap diberikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Lotim.

“Kalau bisa mall itu sekaligus dengan hotel diatasnya karena yang paling kita butuhkan saat ini adalah MICE,” ucapnya.

Loading...

Menurut bupati, Lotim perlu miliki hotel, karena selama ini, kerap sekali kegiatan seremonial seperti wisuda sejumlah perguruan tinggi yang ada di Lotim sebagian besar ke hotel-hotel berbintang yang ada di Mataram dan Lombok Barat.

“Kalau Lotim sudah punya sarana, investasi akan berkembang dan sirkulasi perekonomian masyarakat secara dinamispun akan berkembang,” jelasnya.

Di Lombok Timur ini, belum ada hotel berbintang hanya sebatas resort. Sejumlah investor memang sudah mulai menawarkan diri. Karena berkaitan dengan aset daerah, rencana sistemnya Bagun Guna Serah (BGS) atau Bagun Serah Guna (BSG). “Hal ini sedang di kaji oleh staf, mana yang paling layak investasinya itu yang akan kita pilih,” sebutnya.

Diterangkan Bupati, kalaupun nantinya mentok tidak ada yang mau berinvestasi karena alasan harga maka pemkab Lotim siap akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan. “Kita berharap 2020 ini pemda sajalah yang membangun,” paparnya.

Menurutnya bisa disisihkan anggaran Rp 20 miliar untuk pembangunan. Bisa saja dibangun dulu sekadar tempat MICE tersebut. Atau mall sekala menengah yang tidak sepektakuler seperti yang sudah dibangun di Kota Mataram. Persiapan anggaran yang akan digunakan katanya akan disesuaikan dengan kemampuan daerah. Bisa saja bentuknya seperti Pusat Pertokoan Pancor atau dulu disebut Pancor Trade Centre (PTC) itu kini disewakan kepada para pengusaha.

Diketahui, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) ada pengalaman menyerahkan asetnya di Gerimak tempat Pembangunan mall besar Lombok City Centre (LCC) akan tetapi mall tersebut tutup. Karena dinilai persoalan tempat yang kurang strategis.

Penentuan lokasi juga menjadi pertimbangan utama. Pilihan Pemda Lotim terminal pancor yang ada saat ini dinilai sangat strategis. Berada di pusat kota dan lalu lintas sangat mudah. “Kalau bahasa Cina itu hokinya,” sebutnya. Kawasan terminal pancor dan sekitarnya ini sudah dikenal banyak banyak orang.

Diakui Lotim juga pernah membangun pusat perbelanjaan di eks Pasar Selong. Saat ini meski belum maksimal akan tetapi sudah mulai mulai banyak aktivitas usaha. “Itu juga karena hoki-nya, kalau berada di depan seperti lokasi BRI saat ini maka itu sangat cakep, orang-orang dari luar selong banyak bertanya di mana toko itu setelah ditunjukkan baru tahu,” paparnya..

Komentar Facebook

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.