Pembentukan KLS Antara Harapan, Mimpi dan Kenyataan

271
kali tampilan.

LOMBOKita – Salah satu tokoh masyarakat Lombok Selatan, L.Mukarrof angkat bicara terkait dengan kembalinya digulirkan pemekaran kabupaten Lombok Timur menjadi Kabupaten Lombok Timur oleh pemerintahan Lotim dibawah kepemimpinan Bupati Lotim, HM.Sukiman Azmy dan Wakil Bupati Lotim, H.Rumaksi SJ.

Karena L.Mukarrof menilai kalau pembentukan KLS antara harapan,mimpin dan kenyataan saja. Pasalnya karena sebelumnya pemeritah Lotim telah berusaha memperjuangkan pembentukan KLS dengan melalui komite pemekaran Lotim,akan tapi kandas di tengah jalan,sedangkan pada sisi lainnya sudah berapa banyak uang APBD yang dihabiskan untuk memperjuangkan KLS, namun usaha komite tidak berhasil.

” Pembentukan KLS ini antara harapan, mimpi dan kenyataan, namun lebih banyak saya melihat hanya mimpi dan angen-angen saja,” tegas Mukarrof kepada wartawan di Tampah Boleq Kaliantan,Sabtu (19/1).

Loading...

Selain itu, lanjutnya, dirinya juga mempertanyakan hasil kerja komite sebelumnya dibawah kepemimpinan H.Ismail Husni bersama dengan pengurus lainnya. Kemudian saat ini yang bersangkutan juga kembali dijadikan ketua Komite Pemekaran Lotim, sehingga ini yang patut menjadi pertanyaan kita semua.

Karena seharusnya untuk menjadi top leader dari komite pemekaran itu hendaknya orang yang memiliki kemampuan melobi ke atas, sehingga apa yang diharapkan masyarakat Selatan untuk memperjuangkan pembentukan KLS bisa terwujud.

” Sudah jelas Top leader dari komite pemekaran lama tidak mampu bekerja memperjuangkan KLS, tapi kenapa Bupati masih mempercayakan untuk memegang posisi yang sama di komite pemekaran Lotim sekarang,” ujar Mukarrof penuh tanya.

Lebih lanjut, tokoh LSM Lotim ini menambahkan dirinya juga sangat pesimis sekali kalau KLS akan terbentuk, apalagi saat ini masih dalam memoratorium terhadap pemekaran daerah di pemerintah pusat. Belum lagi adanya persoalan ditengah-tengah masyarakat Lombok Selatan mengenai masalah jumlah kecamatan antara lima dengan delapan kecamatan.

” Kalau saya mendengar mengenai pemekaran Lotim menjadi KLS ini mulai dari awal lagi,sehingga besar kemungkinan tidak akan bisa terwujud,melainkan pembentukan KLS ini dinilai hanya untuk kepentingan politik saja, ” tandasnya.

3 KOMENTAR

  1. Utk saat ini siapa saja yg menjadi pengurus komite pemekaran KLS saya yakin tdk akan pernah berhasil menjawab pertanyaan masyarakat krn moratorium utk pembentukan DOB belum dibuka oleh komisi 2, kenapaaaa….?!! Krn pemerintah pusat ( presiden) blm menginginkan itu ( DOB ) dan bukan menjadi prioritas program tp kabar baik_nya KLS sudah masuk pada usulan itu dan alhamdulillah sudah memenuhi syarat, tp jika presiden sudah berkeinginan maka komisi 2 siap membuka moratorium itu dan siapapun yg menjadi pengurus komite sy berkeyakinan KLS akan terwujud, tentunya dengan dukungan dri pemkan serta pejuang2 kita di parleman, krn KLS tidak berdiri sendiri melainkan pembentukan DOB adalah program pemerintah pusat.

    • Pemekaran KLS sgt tergantung pada pengurusnya, kalau Pemerintah hanya mendorong proses terbentuknya, salah pengurus maka salah yg di urus, tapi utk ketua komite saat ini tetap saya fisimis dan tdk yakin utk bisa mengawal kebijakan di parlemen dan pemerintah pusat terkait…krn pengurus saat ini sdh teruji kegagalannya pada masa bupati sukiman sebelumnya…padahal dulu tinggal didorong selangkah dan kami juga membuat tim utk memantau langkah dan strategi yg dilakukan komite saat itu di Jakarta. .tapi ternyata mereka hanya datang hanya utk menghabiskan uang saja, alias mereka tdk tau apa yg harus dilakukan…bengong,minder dan pulang kampung…prinsip nya kls sgt kami harapkan terwujud. .

  2. Kami tdk yakin kls bisa terbentuk dengan pengurus komite saat ini, krn pak ismail husni sdh diberikan kesempatan pada periode bupati sukiman sebelumnya tapi hasilnya hanya menghabiskan uang APBD saja. Apa tdk ada tokoh sentral yg lbh memungkinkan ?

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.