LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menjadi tujuan studi banding pemerintah Kabupaten Kutai Provinsi Kalimantan Timur terkait proses desa persiapan menjadi desa definitif.

Rombongan pemerintah Kutai ini disambut Sekda Lombok Utara H.Suardi dan dihadiri oleh sejumlah OPD terkait lingkup pemkab Lombok Utara di Aula Bupati Selasa (24/4/2018).

“Kita di Lombok Utara memiliki 33 desa dan ditambah 10 desa persiapan saat ini yang merupakan pemekaran dari desa induk, proses pemekaran berjalan panjang. Namun kami terus berupaya berpacu dari daerah lain agar bisa definitif,” ucap Sekda KLU H.Suardi di hadapan rombongan Pemkab Kutai.

Keberadaan 10 desa persiapan sendiri saat ini, terangnya, sudah mendapat nomor registrasi dari pemerintah. Hal ini diraih melalui adanya sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Berkaitan dengan pemekaran 10 desa di Lombok Utara, pihaknya menyatakan diperoleh melalui kajian yang panjang dan melibatkan unsur pemerintah dan juga akademisi serta tokoh agama, masyarakat, tokoh adat dan pemuda.

“Tahun pertama selesai pemekaran kami memang menemukan berbagai kendala sehingga kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Pada tahun kedua pemerintah pusat memberikan nomor registrasi desa. Saat ini sedang dilakukan tahap evaluasi untuk tindak lanjut pemekaran desa,” pungkasnya.

“Kedatangan rombongan dari Kutai ke daerah kami di Lombok Utara menjadi kebanggaan kami, penghargaan yang luar biasa, dimana kami sebagai daerah baru yang terus berpacu untuk menjadi Kabupaten Maju,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Rombongan Kunker Pemkab Kutai H Mugni mengatakan apresiasi atas keberhasilan Pemda Lombok Utara dalam proses pemekaran dan pengembangan pembangunan di daerah gumi Tioq Tata Tunaq.

Dijelaskannya, kunjungan kerja terkait dengan pembelajaran proses desa persiapan menjadi desa definitif telah mendapat pemaparan dari Pemda Lombok Utara.

“Wilayah kami terdiri dari 139 desa. Kami telah memekarkan 11 desa sehingga akan menjadi 150 desa. Namun sampai saat ini belum mendapat nomor registrasi,” katanya.