Pemuda Muhammadiyah Lotim Nilai Dikbud Teledor 

130
kali tampilan.

LOMBOKita – Ketua Pemuda Muhammadiyah Lombok Timur, Hanex Hayaza menganggap kalau pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim Teledor. Dengan beredarnya dua judul buku muatan lokal Sasak yakni jampi-jampi Sasak dan Pantun Sasak yang didalam isinya diduga mengandung unsur porno yang tentunya mendapatkan protes dari berbagai kalangan.‎

” Kami anggap Dikbud telodor dengan keluarnya dua judul buku Mulok Sasak yang isinya diduga ada unsur pornonya,” kata Hanex kepada media ini.

Menurutnya, sebelum buku dicetak oleh pihak penerbit tentunya harus ada tim verifikasi yang bertugas untuk meneliti,mengkaji semua isi buku tersebut maupun yang lainnya. Apakah layak atau tidaknya untuk diterbitkan dengan tujuan agar tidak menjadi persoalan kedepannya seperti yang terjadi saat ini.

Apalagi buku Mulok yang diterbitkannya itu untuk peruntukannya bagi siswa SD|MI, SMP|Mts yang ada di Lotim sebagai bahan ajar. Namun kemudian dalam perjalannya kenapa ditemukan ada dua judul buku Mulok Sasak yang diduga isinya kurang bagus sekali.

” Dikbud yang didalamnya ikut menjadi tim verifikasi buku itu kenapa sampai kecolongan menerbitkan dua judul buku Mulok tersebut,”ujarnya.

Oleh karena, lanjut Hanex,seharusnya Dikbud bertanggungjawab dalam masalah ini, bukan tentunya mencari alasan pembenar dibalik permasalahan dua judul buku mulok Sasak yang menjadi polemik saat ini.

” Kalau memang dilakukan verifikasi dengan baik maka tentunya tidak mungkin dua judul buku mulok Sasak itu dipersoalkan,” tandas Ketua Pemuda Muhammadiyah Lotim, Hanex Hayaza ‎

Keterangan foto : Ketua Pemuda Muhammadiyah Lotim,Hanex Hayaza ‎

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.