LOMBOKita - SMAN 1 Praya merupakan salah satu sekolah paling diincar oleh orangtua murid. Maklum, sekolah ini dikenal sekolah yang kerap mencetak putra putri terbaik di Kabupaten Lombok Tengah. Hampir sebagian besar pejabat di Lombok Tengah merupakan jebolan SMAN 1 Praya. Bagaimana sebenarnya pola pembinaan pendidikan di Sekolah tersebut ?

Berada di pusat kota, SMAN 1 Praya termasuk sekolah tertua di Lombok Tengah. Sebelum menjadi SMAN 1 Praya, sekolah yang dipimpin H. Lalu Juanda itu bernama SMA Praya yang bergedung di gedung yang kini ditempati oleh SMAN 2 Praya.

Sebagai sekolah yang sudah berumur, sekolah itu tumbuh dan berkembang menjadi sekolah yang paling pesat di bidang akademik. Prestasi demi prestasi ditorehkan oleh anak-anak SMANSA Praya itu baik di bidang olahraga maupun akademik dan juga ekstrakulikulernya baik di level lokal, regional bahkan nasional.

SMANSA (SMAN Satu) Praya tumbuh dan berkembang menjadi sekolah yang paling diminati oleh masyarakat. Sekolah ini sempat menjadi Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Menjadi RSBI SMANSA Praya mencoba membuat terobosan dalam meningkatkan kualitas pendidikan diantaranya menjalin kerjasama dengan Universitas Mataram (Unram) dalam bentuk bantuan tenaga dosen untuk mengajar di sekolah tersebut.

Selain itu, melakukan kerjasama di bidang pendidikan dengan salah satu sekolah paling favorit di Malaysia pembelajaran singkat Home and Way. 

Fasilitas belajar mengajar di sekolah yang dikenal dengan sekolah Palem itu cukup lengkap dan canggih. Proses belajar mengajar di dalam kelas menggunakan audio video dan juga projector dan full ACC. Untuk memaksimalkan pendengaran dan kosentrasi selama proses belajar mengajar para guru menggunakan pengeras suara atau wereless sehingga materi yang disampaikan akan sangat jelas diterima oleh siswa.

Selain itu model bangunan gedung sekolah juga tidak jauh beda dengan sekolah favorit di negeri jiran Malaysia.

Kepala SMAN 1 Praya H. Lalu Juanda mengatakan, model pengembangan pendidikan di sekolahnya adalah model lepas dan terkontrol. Artinya manajemen sekolah menerapkan menajemen tumbuh ide dan gagsan. “Apapun ide dan gagasan yang lahir dari guru dan siswa akan diberlakukan sepanjang ide itu baik, saya tidak pernah melarang dan membatasinya, kalau baik kenapa harus kita halangi untuk berkreasi sepanjang kita bisa mengontrolnya,” kata Juanda.

Kepala Sekolah sendiri hanya fungsi kontrol semata sementara manajemen pengembangannya dilakukan oleh guru dan siswa sehingga terkadang dirinya hanya datang dan duduk di kursi tamu tanpa banyak berpikir. “Saya tidak banyak mikir, mereka berkreasi sendiri, lebih banyak duduk di ruang tamu daripada duduk di ruang kerja, saya akan tetap support apapun ide dan gagasan yang baik,” jelasnya.

Apa yang dikatakan Juanda memang ada benarnya. Guru dan siswa harus diberikan keluasan untuk berkreasi dan berkarya sendiri sebab antara guru dan siswa merupakan satu kesatuan yang saling membutuhkan satu sama yang lain. Mereka memiliki kesamaan jiwa dan harapan untuk maju karena itu mereka tentu sudah tahu apa yang akan dilakukannya.