Pendistribusian Air Bersih Gratis Dari Pemkab Lotim Bermasalah ‎

49
kali tampilan.

LOMBOKuta – Pendistribusian air bersih gratis untuk masyarakat yang ada di wilayah selatan,terutama di wilayah Kecamatan Jerowaru dan sekitarnya bermasalah. Pasalnya sejumlah kepala desa dan warga melakukan protes atas tehnis pendistribusian air bersih gratis tersebut yang dikoordinir pemerintah kecamatan Jerowaru.

” Kalau begitu mekanisme pendistribusian air bersih gratis dari pemerintah daerah banyak warga yang tidak kebagian sehingga memprotes,” keluh para warga di kecamatan Jerowaru.

Para mengatakan percuma mendapatkan air bersih gratis kalau dalam pelaksanaan dilapangan sangat meresahkan warga. Sehingga lebih baik warga membeli saja daripada dijatahkan namun tidak cukup,sedangkan warga yang akan membeli air diluar jatah yang telah diberikan tidak boleh.

Sehingga dalam pelaksanaanya dilapangan sempat mengalami gejolak dibawah,sehingga menyebabkan juga dilakukan penyetopan pendistribusian air bersih gratis.

” Yang menjadi masalah penyalurannya masih belum benar,sehingga harus dirubah agar semua masyarakat mendapatkan jatah pembagian air gratis tersebut,” kata para warga.

Para warga juga menjelaskan dalam pendistribusian air tersebut untuk satu dusun sehari yang mendapatkan jatah.Dimana masing-masing KK maksimal 10 ember, sedangkan di wilayah selatan itu dusungnya sangat banyak.

Sementara tiap bulan baru dapat jatah lagi,sehingga kalau tidak cukup dengan air bersih gratis dari pemerintah daerah itu warga mau membeli kemana lagi,karena mobil-mobil tangki yang biasanya warga tempat membeli tidak diperbolehkan mengambil air di sumur tutuk untuk dijual selama program air gratis berjalan.

“Air jatah dari pemerintah daerah hanya untuk kebutuhan dua hari saja dan apakah cukup warga dengan jatah 10 ember air tersebut,” ujar para warga dengan penuh tanya.

Ditempat terpisah Kades Sekaroh,Mansur mengakui kalau dalam pendistribusian air bersih gratis dari pemerintah daerah mengalami permasalahan dilapangan.Dengan pemerintah kecamatan langsung mendrofing atau distribusikan ke warga tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada desa maupun kepada dusun.

Karena pihaknya menginginkan pendistribusian itu dilakukan dari camat langsung ke desa, untuk kemudian nantinya dari desa akan mendistribusikan kepada masing-masing kadus untuk ke masyarakat.

” Yang mengetahui masalah adalah kami selaku aparatur di desa, mana warga kami yang berhak mendapatkan air ataukah tidak,sehingga hal ini menjadi perhatian dari camat untuk merubah polanya agar tidak jadi masalah dilapangan,” tegas Mansur.

Sementara Plt Camat Jerowaru, Komarudin saat dikonfirmasi membantah adanya permasalahan dalam pendistribusian air bersih gratis dari pemerintah daerah untuk masyarakat yang ada di wilayah kecamatan Jerowaru.

” Tidak benar ada masalah,melainkan mis komunikasi saja untuk selanjutnya ditata dengan baik,bahkan kami bersama kades sudah melakukan rapat mengenai masalah ini agar berjalan,” kata Komarudin singkat.

Ditempat terpisah Kabid Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, L.Rusnan meminta kepada pemerintah kecamatan Jerowaru bersama jajarannya untuk lebih merata dalam melakukan pembagian air bersih tersebut. Agar tidak menjadi permasalahan ditengah-tengah masyarakat yang ada di wilayah kecamatan Jerowaru tersebut.

Sementara kalau terjadi masalah dalam pendistribusiannya maka tentu harus diselesaikan dengan baik.Dengan mencari solusi agar bantuan air bersih gratis yang dihajatkan dari pemerintah daerah bisa sampai ke masyarakat yang membutuhkan sebagaimana yang diharapkan Bupati dan wakil Bupati Lotim.

” Kalau ada masalah dalam pendistribusian maupun yang lain segera selesaikan agar tidak menjadi besar,” pinta Rusnan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.