Penduduk Padat, Kemiskinan Tinggi, Lotim Dijadikan Daerah ACTION

71
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Sinergitas semua pihak dalam menghadapi pandemi covid-19 mutlak dibutuhkan. Hal tersebut disampaikan Sekda Lombok Timur H Juani Taofik saat launching proyek the Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to COVID-19 (ACTION) yang berlangsung di Rupatama Kantor Bupati setempat, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, pemkab menyambut baik kegiatan ACTION, apalagi daerah itu terpilih menjadi salah satu daerah lokasi kegiatan selain Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta dan Makassar.

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel

Dipilihnya wilayah wilayah tersebut, kata Sekda, karena dinilai memiliki beban kasus yaitu meningkatnya secara signifikan terkena dampak pandemi.

“Alasan lainnya, penduduknya padat, angka kemiskinan yang tinggi,” ucap Sekda.

Sekda juga menyebutkan, Lombok Timur terpilih menjadi daerah pelaksanaan program ACTION lantaran peningkatan angka kekerasan terhadap perempuan selama masa pandemi COVID-19 relatif tinggi.

Loading...

Karena itu, katanya, daerah Patuh Karya membutuhkan intervensi untuk pengurangan risiko penularan COVID-19 dan pemulihan sosial dan ekonomi.

Kegiatan yang bertujuan meningkatkan ketahanan dan solidaritas masyarakat miskin dan marjinal terkait dampak pandemi covid-19, dibuka Sekda Lombok Timur ditandai pemukulan Gendang Beleq.

Proyek yang akan berlangsung selama 24 bulan ini (berakhir pada tahun 2022) menargetkan komunitas marjinal dan dengan risiko tinggi di desa dan perkotaan dalam dua fase.

Fase pertama berfokus dalam kesehatan, air, dan sistem sanitasi. Fase kedua menindaklanjuti perbaikan ekonomi dan kondisi sosial.

ACTION sebagai sebuah proyek mendukung kebutuhan fasilitas perawatan kesehatan, layanan kesehatan mental, sistem air dan sanitasi, inisiatif pertanian, penyerapan tenaga kerja, peningkatan kapasitas, bantuan penggalangan dana, asesmen bantuan keuangan dan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Proyek yang digawangi konsorsium Hivos yang bermitra dengan SAPDA, KAPAL Perempuan, CISDI, PUPUK, dan PAMFLET juga akan mendukung pemerintah di semua lini untuk menangani dampak pandemi dan respon terhadap kebutuhan darurat dengan pendekatan multisektoral.

Peluncuran proyek yang berlangsung secara virtual melalui zoom meeting ini dihadiri duta besar Uni Eropa untuk Indonesia dan dihadiri pula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, perwakilan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial, Satgas Percepatan Penanganan COVID-19, Youth Interfaith Forum on Sexuality, organisasi masyarakat sipil, puskesmas, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.