foto / suara.com

Gosip bukan hanya monopoli perempuan, karena lelaki juga dikenal sering menggunjingkan nama orang lain secara diam-diam. Tetapi sebuah penelitian baru-baru ini menyebut bahwa perempuan dan lelaki memiliki tujuan berbeda dalam bergosip.

Menurut penelitian Adam Davis dari University of Ottawa di Kanada, gosip adalah salah satu taktik perempuan untuk merebut perhatian lelaki atau calon pasangan ideal.

Lelaki ketika bergosip lebih banyak bertujuan untuk menguasai sumber daya, misalnya kekayaan atau jabatan, dan soal atletisme tubuh pesaing mereka.

Penelitian Davis yang diterbitkan pada jurnal Evolutionary Psychological Science, Rabu (3/10/2017), bermula dari sebuah survei yang melibatkan 290 mahasiswa dan mahasiswi berusia 17-30 tahun. Mereka diminta untuk mengisi tiga kuesioner.

Kuesioner pertama berisi pertanyaan untuk mengukur tingkat persaingan responden terhadap rekan sejenis kelamin, terutama dalam perebutan akses ke lawan jenis.

Dua kuesioner lain berkutat soal tingkat kecenderungan bergosip, isi gosip, pandangan mereka soal apakah gosip memiliki nilai sosial, dan apakah menurut mereka menggunjingkan orang lain itu benar atau salah.

Hasilnya ditemukan bahwa mereka yang senang bersaing dengan rekan dari jenis kelamin yang sama lebih cenderung suka bergosip. Mereka juga lebih nyaman bergosip ketimbang kelompok yang lain.

Lebih jauh ditemukan bahwa perempuan lebih cenderung bergosip ketimbang lelaki. Perempuan juga lebih menikmati gosip dan beranggapan bahwa gosip itu memiliki peran penting dalam lingkungan sosial.

Sementara di sisi lain lelaki lebih suka bergosip tentang pencapaian lelaki lain.

Gosip para perempuan lebih banyak membahas soal tampilan fisik rekan mereka dan soal informasi sosial lainnya. Gosip bagi perempuan sangat penting untuk mengumpulkan informasi tentang pesaing mereka dalam memperebutkan calon pasangan potensial.

“Temuan ini menunjukkan bahwa gosip sangat berkaitan erat dengan persaingan untuk memperebutkan pasangan,” kata Davis, sembari menekankan bahwa gosip memang bukan monopoli perempuan.

Selain itu Davis juga mengatakan bahwa gosip bukanlah cacat karakter seseorang, tetapi lebih dari itu merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting dalam membangun hubungan antarpersonal.