Pengadilan Agama Menolak Permohonan Cerai Talak TGH Fakhruddin

259
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Gonjang-ganjing keretakan rumah tangga politisi Partai Demokrat Lombok Tengah, Hajjah Enok Muthiah, Lc., M.Pd.I bersama suaminya TGH. Fakhruddin, Lc tak sekadar angin lalu.

Sebelumnya, Hajjah Enok melaporkan suaminya ke Polisi lantaran pernikahan siri tanpa persetujuan dirinya selaku istri pertama. Kini kisruh rumah tangga yang telah dikaruniai tiga orang anak itu memasuki babak baru, TGH Fakhruddin pada akhir Agustus 2019 memasukkan gugatan cerai talak ke Pengadilan Agama Negeri Praya.

Awalnya, Hajjah Enok Muthiah mengaku tidak percaya dengan sikap suaminya yang kini juga sebagai salah seorang Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Tengah yang ingin menceraikannya melalui majelis hakim Pengadilan Agama Negeri Praya.

“Lumayan Kaget, tapi saya kurang yakin itu benar-benar keluar dari dirinya. Jadi saya coba jalani dengan berusaha hadir di setiap jadwal persidangan Pengadilan Agama Praya,” ujar Enok Muthiah dikonfirmasi wartawan di Praya.

Hajjah Enok menilai, alasan gugatan cerai talak yang dilayangkan suaminya ke Pengadilan Agama Negeri Praya hanya mengada-ada. Sebab, dirinya merasa sikapnya biasa-biasa saja layaknya seorang istri kepada suami.

Loading...

“Harusnya saya yang memprotes lantaran tidak pernah dinafkahi sejak Mei 2019 lalu hingga sekarang. Jangan karena punya istri baru, kemudian pura-pura lupa dengan kewajibannya sebagai seorang suami terhadap istri dan anak-anaknya,” kesah ibu tiga orang anak itu.

Hajjah Enok mengaku menghadiri persidangan gugatan cerai talak gugatan suaminya itu selama bulan Oktober 2019, bahkan menjawab gugatan tersebut dalam jawaban konvensi dan rekonvensi serta menggugat balik harta gono-gini. Ennok juga meminta nafkah madiyah atau nafkah lampau yang tidak pernah diberikan TGH Fakhruddin kepadanya dan tiga orang anak yang saat ini dibawah asuhannya.

“Saya hadir langsung di pengadilan tanpa didampingi pengacara, sementara TGH Fakhruddin selaku pemohon tidak pernah hadir, melainkan hanya “mengutus” pengacara,” kata Hajjah Enok.

Sementara itu, TGH Fakhruddin melalui kuasa hukumnya, Lalu Rusmat yang dikonfirmasi wartawan membenarkan kliennya itu memasukkan permohonan cerai talak terhadap istrinya Hajjah Enok Muthiah ke Pengadilan Agama Negeri Praya.

“Iya benar, pak tuan guru ingin menceraikan istrinya (Hj. Enok Muthiah). Bahkan, pak tuan guru secara pribadi telah bersurat ke Majlis Hakim yang menyatakan menceraikan istrinya,” kata Lalu Rusmat ditemui wartawan di kantornya, Senin (02/12/2019).

Namun dalam prosesnya, kata Lalu Rusmat, Majelis Hakim Pengadilan Agama Negeri Praya menolak permohonan cerai talak yang diajukan TGH Fakhruddin terhadap isteri pertamanya Hj. Enok Muthiah.

“Sayangnya selama proses mediasi para pihak itu, pak tuan guru tidak pernah hadir di persidangan. Saya bahkan berkali-kali memintanya untuk datang walaupun sebentar, tapi ternyata tidak juga digubris,” kata Lalu Rusmat.

Seharusnya, tambah Lalu Rusmat, selaku pemohon TGH Fakhruddin bersedia memenuhi panggilan majelis hakim untuk didengar sendiri niatnya menceraikan istri. Namun, proses itu tidak dipenuhi, sehingga majelis hakim menolak gugatan cerai talak itu.

Lalu Rusmat mengakui, alasan permohonan cerai talak yang diajukan TGH Fakhruddin hanya kurang harmonis, dan itu berlangsung sejak awal tahun 2019 lalu.

Oleh karena gugatan itu ditolak oleh majelis hakim, kata Rusmat, maka status keduanya pun masih suami istri yang sah meski “saling menggantung”.

“Jadi, siapa yang butuh status perceraian dan putusan pengadilan, maka dialah yang harus memasukkan gugatan,” imbuh Rusmat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.