Pengajian dan Kegiatan Sosial Mewarnai Perayaan Maulid di Jembrana

134
kali tampilan.

LOMBOKita – Ada yang berbeda saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sejumlah masjid di Kabupaten Jembrana, Bali, menggelar pengajian akbar sekaligus melakukan kegiatan sosial.

“Selain pengajian, kami melaksanakan sunatan massal gratis serta donor darah bekerjasama dengan PMI,” kata Dahlan, selaku ketua panitia perayaan maulid di Masjid Baiturrahman, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jumat.

Ia mengatakan, kegiatan donor darah dilakukan setelah salat jumat, yang merupakan kegiatan rutin setiap tahun panitia perayaan maulid masjid tersebut.

Pada hari selanjutnya dilaksanakan kirab yang dimeriahkan hadrah, drum band serta dokar yang mengangkut anak-anak yang hendak mengikuti sunatan massal pada hari Minggu (3/12).

“Kami targetkan sunatan massal diikuti 30 anak setiap tahunnya. Selain gratis biaya sunatnya, mereka juga mendapatkan baju dan sarung,” katanya.

Sementara untuk donor darah, ia mengatakan, sudah belasan warga yang ingin ikut ambil bagian, tinggal diseleksi petugas PMI terkait kondisi tekanan darah dan kesehatan mereka.

Menurutnya, sudah kebiasaan di Masjid Baiturrahman, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan hingga tiga hari, dengan puncak diisi pengajian akbar dengan mendatangkan penceramah dari Pulau Jawa.

Untuk biaya ia mengaku tidak khawatir, khususnya konsumsi, karena warga bergotong-royong membawa nasi bungkus maupun jajanan untuk kegiatan ini.

Kegiatan sosial berupa sunatan massal gratis juga dilakukan takmir dan remaja Masjid Al Ikrom, Desa Tegalbadeng Barat, sebelum puncaknya pengajian akbar hari Sabtu (2/12).

“Arakan-arakan sekaligus jalan santai yang diikuti warga, dengan dimeriahkan drum band, hadrah dan pawai dokar bagi anak-anak yang akan disunat juga kami lakukan. Tapi memang sulit sekarang ini mencari anak untuk sunatan massal,” kata Lutfi, salah seorang pengurus dan jamaah Masjid Al Ikrom.

Menurutnya, karena kesulitan mencari anak untuk sunatan massal gratis, tahun ini hanya terdaftar 10 anak, yang diharapkan hadir semua saat sunatan.

Pantauan di lapangan, rata-rata masjid, mushola, pondok pesantren maupun kelompok-kelompok pengajian, merayakan Maulid Nabi Muhammad dengan pengajian akbar pada hari Sabtu (2/12) atau Minggu (3/12).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.