Pengaruh Media Terhadap Prilaku Kesehatan Masyarakat

Ditulis oleh Arviani Dwi Aryani, Mahasiswa Sosiologi Universitas Mataram

Perkembangan teknologi di abad ke-21 tentu semakin canggih. Perkembangan teknologi ini diiringi dengan perkembangan media massa yang semakin beragam. Peningkatan jumlah penggunaan internet setiap tahunnya terus meningkat berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bahwa pengguna internet di Indonesia pada periode 2019-kuartal II 2020 mencapai 73,7 persen.

Artinya, 196,7 juta pengguna dari 266,9 juta populasi masyarakat di Indonesia

Peningkatan penggunaan internet pada periode ini merupakan salah satu dampak dari Covid-19 yang memberikan keharusan kepada masyarakat untuk mempelajari dan menggunakan internet untuk bekerja, bersekolah dan aktivitas lainnya saat ini.

Perkembangan media yang semakin canggih dan beragam sudah tersedia untuk masyarakat di era ini. Media yang ada tidak hanya berupa media cetak ataupun media elektronik seperti televisi dan radio, tetapi sebuah benda kotak ringan yang dapat dibawa kemana saja, namun memiliki kegunaan yang dapat mengakses berbagai layanan, baik layanan seperti televisi, radio, maupun layanan lainnya, hanya dengan satu benda ringan yang disebut gawai.

Beragamnya media massa yang tersedia seperti Instagram, whatsapp, Twitter, Line, Telegram, Snapchat, Youtube, facebook dan media massa lainnya dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk menerima dan menyebarkan informasi secara publik. Masyarakat memanfaatkan internet seperti media massa, selain untuk berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat maupun teman baru tanpa peduli ruang dan waktu, media massa juga dimanfaatkan untuk mendapatkan hiburan serta pengetahuan tentang berbagai bidang seperti politik, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Terutama pada masa pandemi saat ini yang menjadikan media sebagai kunci untuk mengetahui keadaan Indonesia dan negara lainnya.

Peran media yang sangat penting saat ini untuk memberikan pendidikan berupa sosisaliasi kepada masyarakat terkait berbagai macam informasi salah satunya pada bidang kesehatan. Media diharapkan tidak hanya mampu untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Namun, diharapkan juga mampu memberikan pengaruh untuk mengubah keputusan dan perilaku kesehatan pada masyarakat.

Pemanfaatan media oleh pihak pemerintah maupun swasta untuk memberikan sosialisasi tentang kesehatan terus digencarkan, terutama pada masa pandemi saat ini. Kreativitas dan inovasi terus dikembangkan untuk dapat menarik perhatian masyarakat terhadap informasi yang disajikan, dalam hal ini media tidak hanya berfokus kepada penggunan kata yang mudah dimengerti oleh berbagai kalangan dengan tujuan pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan baik, namun media juga memiliki tugas untuk mengemas informasi tersebut dengan kreatif yang tujuannya untuk menarik pembaca, penonton ataupun pendengar.

Oleh karena itu, peran media sebagai penyalur informasi sekaligus sebagai alat untuk memberikan pengaruh kepada masyarakat agar mengubah ataupun membentuk perilaku kesehatannya.

Seperti yang kita ketahui media massa seperti instagram di setiap kabupaten dikemas secara menarik yang menyajikan informasi terkait pentingnya pola hidup sehat dan penerapan 5M yaitu Mengurangi mobilitas, menggunakan masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, menjaga jarak.

Sosialisasi dengan pendekatan media hiburan baik di pertelevisian maupun media hiburan lainnya dengan menyelipkan informasi kesehatan akan pentingnya pola hidup sehat yang perlu diterapkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya informasi terkait pandemi Covid-19, informasi kesehatan lainnya juga tersedia di berbagai platform media massa, situs portal khusus kesehatan, ataupun aplikasi khusus kesehatan yang ditangani langsung oleh tenaga kesehatan.

Peran media yang signifikan saat ini tentu tidak menutup kemungkinan adanya kelemahan, hambatan, ataupun dampak negatif dari penggunaan media sebagai penyalur informasi kesehatan kepada masyarakat.

Beberapa hal yang menjadi kelemahan, hambatan ataupun dampak negatif dari perkembangan teknologi dan semakin beragamnya media sebagai penyalaur informasi yaitu :

  1. Kemudahan menyebar dan menerima informasi mengakibatkan sulitnya pengontrolan informasi hoax atau bohong yang tersebar di masyarakat dampaknya masyarakat yang terkena hoax akan dirugikan.
  2. Hambatan Psikologis berupa kekhawatiran masyarakat sehingga mengurangi kepercayaan terhadap informasi yang tersebar dan berujung pengabaian pada informasi.
  3. Hambatan Semantik/bahasa menjadi hambatan masyarakat akan penggunaan istilah kesehatan yang tidak dimengerti masyarakat sehingga berdampak tidak tersampaikannya pesan secara baik kepada masyarakat.

Sebagai contoh yang saat ini sedang maraknya yaitu terkait pemberitaan program vaksinasi Covid-19 yang menyebabkan kekhawatiran masyarakat. Kekhawatiran masyarakat pada program vaksinasi dapat dikarenakan berbagai faktor seperti ketidakpercayaan pada pemerintah, istilah pada bidang kesehatan yang tidak dipahami masyarakat, dan media yang memberitakan informasi yang bersifat provokatif terhadap program vaksinasi yang tersebar luas dan cepat di media massa yang digunakan masyarakat.

Dengan fenomena ini terlihat peran signifikan media dalam memberikan pengaruh kepada masyarakat, tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga dapat mempengaruhi keputusan masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan arahan dari media yang diterima.

Oleh karena itu, peran yang signifikan dari media perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mempengaruhi dan membentuk keputusan masyarakat dengan tujuan memberikan informasi yang benar dan tepat terkait kesehatan masyarakat terutama di masa pandemi saat ini.

Selain itu, perlunya kewaspadaan diri terhadap segala informasi yang diterima. Dengan kata lain, perlu adanya filter pada diri sendiri ketika menerima sebuah informasi dari media massa sehingga tidak merugikan diri bahkan orang lain. /**

- Adv -

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.