Penyidik Limpahkan Mantan Dosen Unram Tersangka Penipuan

123
kali tampilan.
Foto ilustrasi
Loading...

LOMBOKita – Penyidik Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Rabu, melimpahkan seorang mantan dosen yang telah diberhentikan mengajar di FKIP Universitas Mataram karena menjadi tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan, FC (39).

Kasubdit III Bidang Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda NTB AKBP Herman Suyono di Mataram, Rabu, mengatakan, FC dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat, menyusul rekannya yang berprofesi sebagai pengacara, berinisial LS (53).

“Jadi dua-duanya sudah kita limpahkan, terakhir si dosen, pagi tadi kita serahkan bersama barang buktinya ke jaksa,” kata AKBP Herman Suyono.

Kedua tersangka dilimpahkan ke Kejati NTB setelah sebelumnya berkas perkara diminta oleh jaksa peneliti untuk dipisahkan. Setelah memenuhi petunjuk tersebut, berkasnya kemudian dinyatakan lengkap (P-21).

Dalam berkasnya, kedua tersangka disangkakan dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan Pasal 378 tentang Penipuan.

Loading...

Pasal tersebut diberikan karena keduanya terindikasi menjalankan niat jahat dengan modus menjanjikan korban lulus dalam tes penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.

Informasi pelimpahannya juga dipastikan dari keterangan Kepala Seksi Orang dan Harta Benda (Oharda) pada Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati NTB Alamsyah Lubis.

Dia membenarkan bahwa dua tersangka kasus penipuan dan penggelepan masuk FK Unram itu sudah diterima oleh pihaknya.

“Sudah kita terima, terakhir pagi tadi,” kata Alamsyah Lubis.

Terkait dengan penahanannya, kedua tersangka dipastikan masuk dalam tahanan JPU yang dititipkan di Lapas Kelas IIA Mataram hingga batas waktu 20 hari kedepannya.

“Terhitung mulai hari ini, status tahanan jaksa akan berlaku hingga 20 hari mendatang sampai menunggu berkas dakwaannya siap dilimpahkan ke pengadilan,” ujarnya.

Kasus ini berawal dari adanya laporan orang tua korban yang merasa tertipu dengan modus yang dijalankan FC. Dengan modus janji kelulusan, orang tua korban rela mengeluarkan modal hingga ratusan juta rupiah agar anaknya bisa masuk fakultas kedokteran.

Namun janji yang diucapkan FC itu ternyata palsu, korban tidak juga mendapat kesempatan kuliah di fakultas kedokteran. Bahkan, uang yang telah diberikan orang tua korban dibawa kabur bersama LS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.