Pertemuan Ulama Lintas Ormas di NTB, Berikut Himbauan yang Disampaikan!

359
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Puluhan alim ulama dan akademisi di Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar silaturahim untuk meneguhkan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah di Mataram, Rabu (15/5/2019) sore di lanjutkan dengan buka puasa bersama.

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan ulama dari ormas NU, NW dan Muhammadiyah, serta para rektor PTN/PTS se kota Mataram.

Ketua PWNU NTB Prof. TGH. Masnun Tahir bertindak selaku pememandu acara silaturahmi ulama lintas ormas tersebut.

Menurut TGH. Masnun Tahir, acara itu untuk membahas situasi negara, sekaligus menjadi tindak lanjut dari acara Multaqo’ Ulama beberapa lalu di Jakarta yang dihadiri TGH. Turmudzi Badarudin (Syuriyah PWNU NTB) dan TGH. Yusuf Makmun (Dewan Mustasyar PBNW).

“Beliau yang dua ini akan menyampaikan hasilnya kepada kita atas pertemuan tersebut,” kata prof Masnun.

Ra’is Syuriah PWNU NTB TGH. Muhammad Turmudzi Badarudin sebelum menyampaikan pesan penting yakni siapapun yang jadi (presiden terpilih) harus dihormati dan dipatuhi.

“Kita sami’na wa atha’na dan tetap menjaga persatuan kesatuan. Itulah yang diridlo oleh Allah SWT. Jangan saling caci-maki apalagi saling bunuh di bulan ramadhan,” ucap ulama sepuh NU tersebut.

Hal senada diucapkan Dewan Mustasyar PBNW TGH. Muhammad Yusuf Makmun menyampaikan bahwa kegiatan di Jakarta (multaqo’ ulama) menegaskan bahwa sesama umat beragama dan sesama warga negara harus saling menghargai dan menjaga persatuan.

‘Amidul Ma’had Darul Qur’an Walhadits Almajidiyah Asy-syafi’iyah NW Pancor itu juga meminta agar siapapun yang terpilih dan menjadi pemimpin negeri ini agar diterima berdasarkan hasil pleno dan ditetapkan oleh KPU.

Di tempat yang sama, Kabinda Nusa Tenggara Barat Tarwo Kusnarno mengatakan masih marak menjelang 22 Mei, banyaknya berita-berita Hoax di media sosial.

“Mari kita sama-sama mencermati dan menghimbau kepada jamaah agar tidak mudah termakan oleh berita-berita bohong, sehingga tidak terjadi benturan-benturan di masyarakat,” katanya.

Kegiatan selanjutnya pembacaan deklarasi himbauan yang dipimpin oleh Katib Suriyah PWNU NTB H. Adi Fadli dan diikuti oleh seluruh ulama dan tokoh agama yang hadir.

Berikut himbauannya:

  1. Mendukung terciptanya suasana damai di setiap waktu dan tempat khususnya bulan suci Ramadhan.
  2. Menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga perdamaian, persatuan dan kesatuan serta menghindari fitnah opini dan interpretasi terkait situasi dan kondisi saat ini, demi menjaga kesucian bulan suci ramadhan dan keutuhan NKRI.
  3. Meneguhkan ukhuwah islamiyah, dan ukhuwah watahaniyah untuk mempertahankan ideologi Pancasila dan UUD 1945.
  4. Mengajak para alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat untuk menjaga keutuhan bangsa serta negara kesatuan republik Indonesia, serta melawan siapapun yang memecah belah umat dan memelopori makar.
  5. Mendukung kinerja dan keputusan KPU, BAWASLU, serta lembaga resmi negara terkait keputusan pemilu 2019.
  6. Mempercayakan persoalan keamanan dan hukum kepada aparat resmi negara, hukum sebagai bentuk ketaatan kepada waliyul amri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.