Pesan TGB: Jaga Iman, Jaga Hati, Jangan Sampai Cacat

Sumpah dan bai'at bukan sekadar ucapan. Namun mengandung nilai agar kita merawat dan menjaga ilmu yang didapat dari para masyaikh

505
kali tampilan.

LOMBOKita – Ketua Umum Dewan Dewan Tanfiziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Pancor Lombok Timur, Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. KH Muhammad Zainul Majdi, MA berpesan agar seluruh warga dan para santri NW selalu menjaga iman dan menjaga hati di tengah pesatnya arus globalisasi saat ini.

Menurut TGB Zainul Majdi, menjaga iman dan hati merupakan hal paling mendasar bagi setiap mukmin agar selalu mendapatkan curahan rahmat dan ridlo Alloh SWT.

“Seluruh jamaah dan anak-anakku sekalian, saya berpesan kepada kita semua, kepada anak-anakku para santri, janganlah berbuat yang sekiranya akan menyebabkan iman kita cacat, hati kita cacat untuk berbuat di luar syariat dan garis perjuangan organisasi yang kita cintai ini,” pesan TGB di aula Pondok Pesantren Darunnahdlatain NW Pancor.


Baca juga:

Loading...

Ribuan Warga NW Hadiri Kuliah Kebangsaan

Final, NW Pancor Dukung Jokowi – Makruf Amin

Surya Paloh : TGB Juru Penerang Tangguh Membangun Bangsa

Keimanan yang utuh, kata TGB, hendaknya selalu dibarengi dengan hati yang bersih yang Insya Alloh akan membawa kepada keberkahan, baik keberkahan hidup, keberkahan rejeki maupun keberkahan ilmu yang diperoleh dari para masyaikh selama ini.

Jangan sampai ada secuil pun perasaan, kata-kata maupun perbuatan yang bisa menyinggung perasaan para guru-guru yang telah mengajarkan kita ilmu pengetahuan. Sedikit saja keluar dari haluan, maka keberkahan itu pun akan lenyap.

“Almagfurulahu Maulana Syeikh sebagai orang tua kita, guru kita semua telah memberikan garis “sami’na wa atho’na (kami mendengar dan kami taati) sebagai pedoman dan pijakan kita semua untuk taat pada guru dan taat pada perintah organisasi,” ucap gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dua periode ini.

“Jangan hanya kitab yang rajin kita buka, tetapi hati juga sangat penting untuk kita jaga dan kita rawat. Yakinlah, pintar tanpa adab tidak ada gunanya,” imbuh alumni Universitas Al Azhar Kairo ini.

Pada acara Kuliah Umum Kebangsaan yang dihadiri ribuan jamaah dan santri serta mahasiswa lingkungan Yayasan Pendidikan Hamzanwadi, Pondok Peaantren Darunnahdlatain NW Pancor itu juga, TGB Zainul Majdi mengajak para jamaah dan santri NW agar tidak putus-putus bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Alloh SWT.

“Semoga dengan kita pandai bersyukur dan hormat kepada guru serta taat kepada organisasi dan pimpinan, kita semua bisa memperoleh ilmu yang barokah,” kata TGB Zainul Majdi yang diamini seluruh jamaah yang hadir saat itu.

Sumpah dan bai’at yang selalu kita ucapkan, menurut cucu pendiri NW Almagfurulahu Maulana Syeikh itu, bukan sekadar ucapan dan hafalan belaka. Namun memiliki nilai yang sangat mendalam, yakni agar kita pandai merawat dan menjaga serta mengokohkan nilai-nilai dan ilmu yang didapat dari para masyaikh.

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.