Peserta Baru KB Mataram Capai 54 Persen

LOMBOKita – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat pencapaian peserta baru keluarga berencana pada semester pertama 2017 sekitar 54 persen dari target sebanyak 9.335 akseptor.

“Realisasi peserta KB baru sampai bulan Juni 2017, kami belum menghitung untuk bukan Juli 2017 hingga hari kini,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Mataram Sutrisno di Mataram, Senin.

Peserta baru KB ditargetkan pada akhir tahun bisa mencapai 75 persen, karena tidak mungkin mencapai 100 persen.

“Kita katakan tidak bisa mencapai 100 persen, karen kita tidak bisa melarang pasangan suami istri yang baru punya anak satu ingin menambah anak, dan pasangan baru,” katanya.

Dengan realisasi 75 persen pasangan KB baru itu, maka jumlah wanita subur di Mataram rata-rata memiliki anak satu hingga dua orang saja.

Sementara peserta KB aktif di Kota Mataram sudah mencapai 105 persen, dengan target 52.925 akseptor.

“Untuk peserta KB aktif ini kami optimistis bisa tetap 100 persen bahkan melebihi,” ujarnya.

Lebih jauh Sutrisno mengatakan, dari realisasi peserta KB baru sebesar 54 persen tersebut penggunaan KB menggunakan alat kontrasepsi suntikan tetap mendominasi dari para peserta KB dengan angka sekitar 35 persen.

Sementara untuk penggunakan alat kontrasepsi suntikan lainnya seperti pil, implant, IUD, medis operatif wanita (MOW) dan medis operatif pria (MOP) masih relatif rendah.

“Secara pasti, kita tidak tahu alasan peserta KB lebih senang menggunakan alat kontrasepsi suntikan, tapi kami terus berusaha agar peserta KB menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP),” katanya.

MKJP yang dimaksudkan seperti implant, IUD, MOW atau MOP dinilai lebih mudah dan praktis dalam mengatur jarak kelahiran hingga lima tahun ke atas.

“Kita bukannya melarang pasangan memiliki anak, tapi kita mengatur jarak kelahirannya,” katanya.

Oleh karena itu, katanya menambahkan, pihaknya melalui kader KB dan penyuluh KB terus melakukan sosialisasi kepada pasangan usia subur untuk menggunakan MKJP. ant

Komentar Anda