Pemukulan bedug tanda dimulainya Pesona Khazanah Ramadan yang dilakukan Syeikh Ezzat Sayyid, Sekretaris Daerah Pemprov NTB Rosiady Sayuti, Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal, dan Muhammad Ustman Ansori atau yang biasa disapa Koko Liem. / foto: Humas Pemprov NTB

LOMBOKita – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi membuka “Pesona Khazanah Ramadhan 2018” di Halaman Islamic Center NTB, Kamis malam.

Pembukaan PKR 2018 dilakukan usai shalat tarawih yang diimami Imam dari Mesir, Syekh Ezzat Sayyid. Pembukaan PKR 2018 berlangsung meriah dengan tetabuhan dan lantunan shalawat yang didendangkan grup gambus dari Kampung Arab Ampenan, Kota Mataram, Al Afrah.

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug yang dilakukan oleh Syeikh Ezzat Sayyid, Sekretaris Daerah Pemprov NTB Rosiady Sayuti, Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal, dan Muhammad Ustman Ansori atau yang biasa disapa Koko Liem.

Rosiady Sayuti mengatakan, event PKR merupakan salah satu ikhtiar dari Pemprov NTB untuk memakmurkan Masjid Hubbul Wathan dan juga membumikan Alquran di bulan suci ramadhan. “Pesona Khazanah Ramadhan (PKR) 2018” merupakan ajang yang kedua setelah sukses digelar pada PKR 2017.

“Harapan kita mudah-mudahan melalui Pesona Khazanah Ramadhan akan semakin menambah kecintaan kita kepada Masjid Hubbul Wathan,” kata Rosiady.

Mantan Kepala Bappeda NTB ini, mengharapkan ajang PKR 2018 bisa lebih sukses dibanding tahun sebelumnya. Ia meyakini, PKR 2018 menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Lombok dan menikmati suasana ramadhan di Pulau Seribu Masjid.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Koko Liem. PKR 2018 sendiri menyajikan sejumlah rangkaian acara menarik, mulai dari Lombok Umrah dan “Haji Expo 2018” yang diikuti 18 biru perjalanan haji dan umrah pada 17 Mei sampai 21 Mei serta pameran buku Islami yang diikuti 25 penerbit pada 17 Mei sampai 10 Juni.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal menilai PKR 2018 bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin berwisata di bulan puasa.

“Kita ingin puasa tidak kemudian (ramadhan) okupansi tidak baik, saya sudah bersurat ke hotel dan restoran segera pasang pernak-pernik ramadhan,” ucapnya.

Diharapkan, melalui kegiatan ini bisa mengisi okupansi hotel yang lebih stabil dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Artinya perputaran ekonomi tidak hanya yang hadir di hotel, tapi pergerakan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Faozal.