Petani Bisa Gratis Kuliah S2 di Universitas Jember

Universitas Jember

LOMBOKita – Universitas Jember (Unej) akan memberikan kuliah gratis setiap hari Sabtu atau Saben Sabtu (“S2”) bagi petani di Kabupaten Jember dan wilayah Besuki Raya yang meliputi Kabupaten Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.

Pembukaan Kuliah S2 petani diawali dengan kuliah umum oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Dedi Junaidi di Gedung Soetardjo Kampus Unej, Jawa Timur, Sabtu.

“Kegiatan kuliah S2 gratis bagi petani itu menjadi salah satu usaha kampus Unej untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jember dan wilayah Besuki Raya,” kata Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Unej Zulfikar di Gedung Soetardjo kampus setempat.

Menurutnya pelaksanaan Kuliah S2 petani akan berjalan beriringan dengan menerjunkan mahasiswa sebagai pendamping petani melalui program kuliah kerja nyata (KKN).

Sementara koordinator kegiatan Marga Mandala mengatakan kuliah S2 gratis bagi petani itu dimulai secara resmi pada Desember mendatang.

“Kami sudah menyiapkan dua bentuk kuliah, pertama kuliah tematik yakni menawarkan beragam tema seperti proteksi tanaman, kesuburan tanah, pascapanen dan tema lainnya yang sesuai dengan kondisi nyata petani di Jember dan Besuki Raya,” katanya.

Bentuk kedua, yakni kuliah pendampingan terhadap petani dan calon petani yang sedang menghadapi permasalahan tertentu dalam hal bercocok tanam.

“Rencananya untuk angkatan pertama, kuliah petani akan dibuka dua kelas dengan jumlah masing-masing peserta di setiap kelas maksimal 25 orang. Bagi petani dan calon petani yang berminat dapat menghubungi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember,” ujarnya.

Kuliah gratis bagi petani itu disambut hangat oleh ratusan petani dan mahasiswa Fakultas Pertanian dan Teknologi Pertanian Unej yang memadati kegiatan kuliah umum dalam rangka “Jember International Coffee Conference” di Gedung Soetardjo Unej.

Purwanto, salah seorang petani asal Desa Mojosari, Kecamatan Puger mengatakan petani di wilayah selatan Jember pada umumnya adalah petani cabai dan semangka yang kini menghadapi masalah dengan kondisi tanah pesisir yang butuh penanganan khusus.

“Di sisi lain, kami memiliki potensi pupuk organik dari limbah kotoran ternak yang melimpah, namun tidak tahu bagaimana mengolahnya dan pemasaran panen semangka juga bermasalah karena masih bergantung pada tengkulak, sehingga petani tidak memiliki kepastian harga,” katanya.

Ia berharap program kuliah “S2” secara gratis tersebut dapat memberikan pengetahuan tentang pertanian dan akses bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraan.

Komentar Anda