Dijadikan TPS, KBM SDN 5 Pemenang Terganggu

  • Ditulis oleh Sahnan Sutriadi
  • Jum13 Sep 2013
    jam 14 : 46
  • kategoriPilkada dan Pemilu
  • dibaca421 x

LOMBOKita – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN 5 Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi terganggu akibat pemungutan suara dalam pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pemenang Barat,  Kamis (12/9/2013).

Sumber yang diserap Lombokita.com di sekitar sekolah tersebut, pemakaian sekolah sebagai tempat pemungutan suara telah berlangsung sejak lama setiap ada kegiatan pesta demokrasi rakyat.

Seperti pengakuan salah seorang guru SDN 5 Pemenang, Efendi, penyelenggaraan Pilkades tersebut sangat mengganggu proses KBM. Kegiatan belajar menjadi tidak aktif. Bahkan, banyak siswa yang tidak masuk sekolah.
 
“Kasihan para siswa tidak dapat belajar, padahal ujian akhir semester tinggal sebentar,” keluh Efendi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Made Sandi mengatakan, terpaksa menggunakan fasilitas sekolah karena keterbatasan anggaran yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk Pilkades.

“Anggaran yang diberikan sebanyak Rp 1 juta untuk penyelenggaraan pemilihan umum dengan jumlah pemilih sebanyak 900 orang  lebih. Jika membuat TPS di tempat lain, maka biaya yang dikeluarkan akan membengak,” kilah Made Sandi.

Karena itu, dia berharap kepada pemerintah agar biaya yang dianggarkan untuk Pilkades lebih banyak lagi pada masa-masa yang akan datang. Sebab, dengan biaya Rp 1 juta dirasakan sangat minim.

“Anggota KPPS saja berjumlah 6 orang, sehingga diputuskan untuk menggunakan sekolah alternatif termurah sebagai tempat pemungutan suara,” ujar Made Sandi. (ari/lbk)