PKL Taman Kota Selong Ogah Pindah ke Belakang BRI

339
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Para Pedagang Kali Lima (PKL) Taman Kota Selong menolak rencana relokasi dari depan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Selong ke belakang BRI.

Pernyataan penolakan tersebut ditegaskan dalam mediasi dan sosialisasi yang dilakukan Pemkab Lotim di aula Kantor Camat Selong,Jumat (8/11/2019).

Mediasi dan sosialisasi dipimpin Asisten II Setdakab Lotim, H. Sahabudin, dan dihadiri Kepala Bakesbangpoldagri, Salmun Rahman, Kepala Dinas Perhubungan Lotim, M. Zaini, Camat Selong, Pejabat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, para lurah dan puluhan PKL Taman Kota Selong.

“Kalau Pemkab Lotim tetap ngotot ingin melakukan relokasi PKL Taman Kota Selong depan BRI, kami tetap menolak dan melawan, meskipun Pol. PP datang,apalagi rencananya harus dilakukan hari Senin mendatang,” tegas Pembina PKL Taman Kota Selong, H. Hafsan Hirwan.

Para pedagang, kata Hafsan, meminta untuk mempersiapkan sarana dan prasarana yang memadai kalau melakukan relokasi. selain itu juga para pedagang selama ini tidak pernah menganggu para ASN maupun masyarakat karena berjualan pada sore sampai malam hari.

Loading...

“Kenapa PKL yang berjualan di depan taman tugu dari pagi sampai malam hari tidak direlokasi,” kata Hafsan.

Seharusnya, lanjut Hafsan, Pemkab Lotim melakukan telaah dan kajian mengenai masalah tersebut.

Sementara itu, Asisten II Setdakab Lotim, H. Sahabudin mengatakan rencana relokasi PKL Taman Kota Selong depan BRI untuk melakukan penataan agar Kota Selong kelihatan indah.

Pemkab Lotim mengambil langkah dengan melakukan relokasi PKL Taman kota Selong depan BRI ke belakang BRI, sambil mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung yang ada.

“Kami minta kepada PKL Taman Kota Selong untuk bersedia direlokasi ke belakang BRI dengan hari Senin sudah dilakukan, akan tapi kalau PKL menolak tentunya kita bersama-sama mencari solusi yang terbaik,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.