Ilustrasi patroli polisi / Ist

LOMBOKita – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat memperkuat benteng keamanan wilayah dengan melipatgandakan peran personel pengamanan di lapangan menyusul rangkaian serangan bom di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (13/5) dan Senin pagi.

“Sesuai perintah pimpinan, kita siaga satu, kita tingkatkan pengamanan dan perketat penjagaan. Saya sudah perintahkan semua petugas penjagaan dan pengamanan, dipertebal dengan di ‘back-up’ brimob,” kata Wakapolda NTB Kombes Pol Tajuddin di Mataram, Senin.

Titik pengamanan dan penjagaan, jelasnya, tidak hanya dilaksanakan di markas komando kepolisian maupun rumah dinas anggota Polri. Seluruh kegiatan keagamaan masyarakat, objek wisata maupun pusat perbelanjaan, turut menjadi atensi pengamanan.

“Semua kita perketat, kita jaga semua, personel sudah kita perintahkan untuk tetap siaga di lapangan,” ujar Tajuddin.

Dalam giat pengamanan, anggota kepolisian yang bertugas di lapangan telah dibekali alat persenjataan lengkap dengan pakaian rompi antipeluru terpasang dibadannya.

“Semua sarana kelengkapan pengamanan sudah kita perintahkan untuk tetap digunakan anggota di lapangan. Kalau ada yang mencurigakan, langsung diamankan dan periksa,” ucapnya.

Peningkatan pola pengamanan dilakukan pascaaksi bom bunuh diri yang terjadi kembali di gerbang penjagaan Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, pada Senin pagi, sekitar pukul 08.50 Wita.

Hingga kini pihak kepolisian di lapangan beserta tim laboratorium forensik masih terus melakukan pengembangan penyelidikan dengan menelusuri jaringan para pelaku yang diduga pengikut ISIS di Indonesia, yakni dari organisasi Jamaah Ansharud Daulah (JAD).