Polemik Dua Judul Buku, Ngaku Khilaf, Pusakanda Minta Maaf ‎

105
kali tampilan.

LOMBOKita – PT Pusakanda mengaku khilaf dan meminta maaf yang tiada terhingga kepada semua pihak atas persoalan dua judul buku muatan lokal yang dianggap menjadi polemik dan permasalahan belakangan ini yakni jampi-jampi Sasak dan Pantun sasak.

” Kami selaku penulis dan penertib tentunya meminta maaf dan mengaku khilaf atas masalah dua judul buku muatan lokal yang menjadi pembincangan belakangan ini,” tegas Ketua PT Pusakanda NTB,M.Zainuddin Husain kepada wartawan saat melakukan klarifikasi.

Ia menjelaskan atas saran dan perintah dari kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim dua judul buku muatan lokal sudah ditarik dari peredaran dan tidak diedarkan lagi. Sedangkan buku tersebut baru terkirim hanya sebagian kecil sekolah di Lotim dengan diperkirakan sempay dibaca beberapa murid karena pengirimnya baru beberapa minggu.

Akan tapi atas semua itu jelas tidak ada unsur kesengajaan,melainkan hanya khilafan. Sehingga tentunya Pusakanda mengucapkan terima kasih atas semua masukan kepada semua pihak.Dengan mengajak kepada semua pihak untuk mari bersama-sama memotifasi penulisan buku yang lebih berkualitas khususnya buku yang mengangkat kearifan lokal suku bangsa sasak.

” Kami berterima kasih atas masukan dan kritik dari buku yang diterbitkan Pusakanda tersebut, sehingga tentunya sudah ada khilaf dan salahnya sebagai manusia,” ujarnya.

Zainuddin menambahkan untuk diketahui dalam waktu yang bersamaan Pusakanda NTB menerbitkan 35 judul buku pendamping sebagai bacaan ringan,dua diantara pantun Sasak dan jampi-jampi batur sasak yang sempat menjadi Komplin banyak kalangan.Karena adanya sedikit kalimat yang sifatnya tidak mendidik dan tidak berkarakter.

Akan tapi setelah dilakukan kroscek untuk kemudian Pusakanda menanggapi itu benar kekhilafan semata.Karena buku itu semula dihajatkan sebagai buku pendamping bacaan ringan dan tidak menduga akan menjadi kekeliruan besar.

Sementara dua judul buku yakni pantun Sasak dan jampi-jampi batur sasak sebenarnya bukan karya langsung atau bukan karangan dari penulis melainkan hasil wawancara dengan beberapa tokoh dengan kalimat asli dari narasumber tanpa ada perubahan,lalu kemudian dikoleksi menjadi sebuah buku.

“Pusakanda sudah mengajukan surat permohonan verifikasi kepada Dinas Dikbud Lotim kabupaten Lotim untuk membentuk tim kajian terhadap 35 judul buku yang sudah diterbitkan sebelumnya sebelum diedarkan kepada sekolah yang membutuhkan,” jelasnya.

Oleh karena itu,lanjut Ketua Pusakanda NTB,M.Zainuddin Husain,setiap karya tentu ada edisi kekeliruan yang berarti bahwa berpeluang untuk diadakan perbaikan dan penyempurnaan,mudah mudahan dengan dukungan banyak pihak buku pendamping muatan lokal bisa menjadi lebih bermutu dan berkualitas di masa yang akan datang.

Dengan tentunya tidak mengarah kepada hal yang tidak pembunuhan karakter penulis yang saat ini baru mulai tumbuh menjawab tantangan zaman. Segala sesuatunya bisa diperbaiki dan semoga Pusakanda bersama tim diberikan hidayah oleh Alloh SWT untuk mampu melihat ini sebagai sebuah pembelajaran berharga dan mampu memandang ini berdasarkan kaca mata bathin yang jernih untuk memacu diri lebih berkarja ke depan.

” Dengan adanya kritik yang membangun seperti ini tentunya ini menjadi pelajaran berharga kedepannya untuk bisa meningkatkan kualitas lebih baik lagi,” tandasnya.

Keterangan Ketua Pusakanda NTB,M.Zainuddin Hesain

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.