Polisi Gerebek Rumah “Ustaz” Tempat Produksi Sabu di Lombok Timur

1386
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Perkembangan jaringan penjahat narkoba di Provinsi Nusa Tengara Barat (NTB) kian memprihatinkan. Pasalnya, Sabtu, (21/11/2020), Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB melakukan penggerebekan sebuah rumah di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur yang diduga digunakan sebagai pabrik pembuatan narkotika jenis sabu.

Direktur Resnarkoba Polda NTB Kombes Pol. Helmi Kwarta Kusuma PR saat konferensi pers, Ahad (22/11) menjelaskan, kasus ini tersebut berhasil diungkap bekerjasama Ditresnarkoba dengan pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Mataram.

“Ditnarkoba telah membangun komitmen atau kesepahaman dengan Kalapas, untuk bersama-sama menjaga wilayah NTB ini dari peredaran narkoba,” katanya.

Dikatakan, sesuai laporan Ketua Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB AKP I Made Yogi Purusa Utama, S.E., S.I.K., pihaknya berhasil mengamankan 10 Orang tersangka, termasuk pemilik pabrik narkotika.

“Yang sepuluh pelaku ini merupakan satu jaringan kelompok untuk mendapatkan sabu, mereka disuplay atau dapatkan dari orang yang mereka panggil dengan sebutan ustadz,” katanya.

Loading...

Rumah Ustadz inilah yang dijadikan pabrik sabu rumahan, peralatannya difasilitasi oleh yang mereka sebut ‘Jenderal Yusuf’ yang ada di dalam Lapas.

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel

Penggerebekan tersebut berawal dari informasi yang dihimpun oleh Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB, kemudian Tim berkoordinasi dengan Lapas kelas II A Mataram guna mempertajam informasi yang didapat sebelumnya dan diyakini bahwa di wilayah Lombok timur tepatnya di kecamatan Selong dan Peringgesele Lombok Timur ada Pabrik Narkotika dan tempat transaksi narkoba.

Berbekal informasi tersebut kemudian sekitar pukul 12.00 Wita Ketua Tim AKP Made Yogi mengumpulkan anggota di Pos Polisi Cakranegara kemudian langsung bergerak menuju TKP pertama di Lombok Timur yakni di kos-kosan dilingkungan Muhajirin, Desa Pancor, Kecamatan Selong Lombok Timur.

Dalam penggerebekan di 4 kamar kos, berhasil amankan 8 orang tersangka, yaitu SRA alias HD, ( 25), HA alias DG ( 32), (pengedar), RP alias Rz (31), LN alias LM (34), HD alias HM (37) bandar, Rap alis Rz (27), kesemuanya warga Kelurahan Pancor kecamatan Selong, .RS alias RO, (27) warga Desa Nenggung, Kecamatan Masbagek Lombok Timur (Pengedar), RAK alias RAM (26) warga Desa Aiq Anyar, Kecamatan Sukamulia Lombok Timur. dan SH alias (28) kelurahan Rakam Kecamatan Selong Lombok Timur. ( Pembeli Narkotika ).

Usai melakukan penangkapan di wilayah kecamatan Selong, Tim langsung menuju TKP selanjutnya yakni di Kecamatan Pringesela Lombok Timur. Sekitar pukul 15.30 Wita Tim tiba di TKP di sebuah rumah yang diduga digunakan sebagai pabrik pembuatan narkotika.

Saat tiba di TKP, Tim langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan 2 Orang tersangka yang ada di dalam rumah yakni, SS alias UT, (45) warga Lingkungan Peringesela Kecamatan Peringesele Lombok Timur. ( Pemilik pabrik pembuat sabu ), dan RW alias RIS, (46) warga Masbagek Utara, Kecamatan Masbagek Lombok Timur. ( Anak buah tersangka SS )

Selanjutnya, dengan disaksikan oleh Kepala Dusun Tim melakukan penggeladahan didalam rumah tersangka dan ditemukan sebuah ruangan yang menyerupai pabrik pembuatan bahan baku narkotika beserta peralatannya yakni:, 1 Unit Pemadam api ( Apar ), 1 Kotak Alumunium foil, 1 Unit Kompor elektrik Oxone, 1 Liter MEKIHEITAMIN cair, 1 Liter MIXSOFIR cair , 1 Liter DIMETHYL SULFOXIDE cair, 1 Liter MURNI cair , 1 Buah Gelas Ukur merek PYREX ukuran 2 Liter , 1 Buah Gelas Ukur 1000 Ml, 1 Buah Cawan Kaca, 1 Buah Gelas Ukur merek PYREX ukuran 1000 Ml

Untuk proses hukum lebih lanjut ke 10 Orang tersangka berikut barang buktinya diamankan ke Kantor Ditresnarkoba Polda NTB. para tersangka di jerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 TAHUN 2009 Tentang Narkotika memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 Tahun. Pasal 113 ayat (2) UU RI NO 35 TAHUN 2009 Tentang Narkotika dalam hal perbuatan memproduksi, mengimpor, mengekspor, atau menyalurkan Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, Pasal 114 ayat (2) UU RI NO 35 TAHUN 2009 Tentang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara Narkotika Golongan I diancam pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.