Pulau Satondo Jadi Idaman di Nusa Tenggara Barat / Foto: Davestpay

LOMBOKita – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menelusuri penjual Pulau Satonda melalui facebook dengan nama akun “Agent Property Lombok” yang dinyatakan hoaks oleh Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) NTB.

“Untuk persoalan ini kita sudah ambil langkah, tapi baru sebatas penelusuran melalui dunia maya,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB AKBP I Gusti Putu Gede Ekawana di Mataram, Selasa.

Hal itu diungkapkannya mengingat persoalan ini sudah masuk dalam pelanggaran aturan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sehingga persoalannya dapat ditangani jika ada aduan atau laporan dari pihak yang dirugikan.

“ITE itu delik aduan, kalau tidak ada yang melapor, tidak ada yang mengadu, belum bisa kita lanjutkan, jadi sebatas memantau saja” ujarnya.

Karena itu, pihaknya masih menunggu para pihak yang merasa dirugikan dengan adanya informasi penjualan via media sosial tersebut.

“Kalau ada yang merasa dirugikan, tentu dalam persoalan ini dari pihak pemerintah, BKSDA atau pemkab. Mereka lapor, kita akan lanjutkan,” ucapnya.

Dalam informasi penjualannya, disebutkan bahwa luas lahan yang dijual seharga Rp250 miliar mencapai 7.000 hektare dengan 550 hektare di antaranya dapat menjadi area pembangunan.

Bahkan disebutkan lahan yang dijual via akun media sosial facebook tersebut sudah mengantongi sertifikat hak milik (SHM).

Pulau Satonda masuk dalam deretan daftar TWA di NTB, terhitung sejak tahun 1998. Hal itu sesuai dengan SK Menteri Kehutanan Nomor 22/Kpts-IV/1998.

Dalam peta administrasinya, Pulau Satonda masuk Desa Nangamiro, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Secara geografis, utara Pulau Satonda berbatasan dengan Laut Flores, Selat Balahai di barat, Semenanjung Sanggar sebelah timur, dan Selat Satonda di selatan.

Karena itu, pihak BKSDA NTB telah menyampaikan bahwa kawasan Pulau Satonda tidak dapat menjadi hak milik maupun diperjualbelikan, baik oleh pemerintah maupun perorangan dan perusahaan.