Empat Ritel Modern di Lotim Ditutup

103
kali tampilan.
- Advertisement -

LOMBOKita – Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Lombok Timur menutup tiga ritel modern di Kabupaten Lombok Timur (Lotim)  yang dinilai tak mengantongi ijin.

Ritel modern yang ditutup tersebut yakni Peneda Gandor Kecamatan Labuhan Haji, Sembalun, Suela dan AIkmel.

Hanya saja, untuk ritel Aikmel yang tak jadi ditutup, karena bisa menunjukkan izin operasional dan diijinkan kembali membuka.

Kepala Bidang Penegakan Peratuan Perundang-undangan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Lotim, Wiwien Ayu Iswadiningrum mengatakan, tindakan penutupan aktivitas ritel modern tersebut dilakukan karena belum memiliki izin operasional.

Loading...

“Sebagai aparat penegak Perda, Pol PP bersama pihak terkait melakukan penyegelan.
Dasar hukum dari penutupan jelas,,” ungkapnya.

Menurut Wiwin, sebelum beroperasi mestijya harus ada izin. Ritel yang ditutup inipun dilakukan karena tidak kantongi ijin.

“Dalam waktu dekat, seluruh pemilik ritel modern tersebut akan diundang untuk membahas lebih lanjut mengenai perizinan dan alasan Pol PP melakukan penutupan,” sebutnya.

Diketahui, kebijakan Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy tidak memperpanjang izin seluruh ritel. I

“Izin yang sudah berakhir tidak akan diperpanjang lagi.,” jelasnya.

Terhadap kebijakan tersebut  menuai pro kontra di tengah masyarakat. Pilihan Bupati lebih pada pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

” Tehadap kebijakan Bupati tersebut,PolPP menuggu komando  pimpinan,” ucapnya. Terhadap kegiatan yang dilakukan, semua atas perintah pimpinan. “Kita kan sifatnay komando juga, sebagai aparat penegak Perda,” Sebutnya.

lain halnya dengan praktisi Hukum Eko Rahadi,penutupan ritel nider yang dilakukan pemkab Lotim (satpolPP), dinilai tidak punya dasar hukum.

”  Kebijakan Bupati yang akan menghentikan keberadaan ritel modern justru dikhawatirkan munculkan pengangguran massal,” jelasnya.

Menurutnya, terhadap yang dilakukan pemkab itu, Pengusaha bisa menuntut penutupan Itu,” Semestinya, saat ada kebijakan penutupan harus disertai dengan solusi dong,” katanya.

dirinya menilai, Ritel itu bisa menjadi tempat pemasaran produk lokal. Cuma kemasan harus diperbaiki. Peran pemerintah untuk membina melakukan pelatihan mengemas produk agar bisa bersaing.

Ritel modern selama ini cukup berperan meningkatkan perekonomian masyarakat. Apalagi sekarang zaman mileneal.

“Sebelumnya, saya   turut menolak rencana ritel modern karena dianggap akan menjadi pesaing bagi pelalu usaha kecil. Ada monopoli kegiatan usaha dagang.,” paparnya.

Namun setelah diperhatikan, ritel modern dan pelaku usaha kecil ini memiliki pasar berbeda.
Solusi BUMDesMart yang ditawarkan Pemkab Lotim dinilai tidaklah cukup. Pasalnya untu desa ini masih lemah. Tugas pemerintah harus asistensi agar poduknya masuk ke ritel modern. Seperti produk Air Minum Dalam Kemasan merek Asel selama ini belum ada yang masuk. Pemerintah daerah sejatinya bisa membuat kerjasama dengan pihak perusahaan agar bisa masuk..

Komentar Facebook

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.