Polres Lotim Endus Dugaan Pemotongan Dana Korban Gempa Oleh Pokmas

1110
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Kepolisian Resort Lombok Timur mengendus adanya dugaan penyutanan atau pemotongan dana untuk korban gempa bumi yang dilakukan oknum Kelompok Masyarakat (Pokmas). Sehingga tentunya ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman dilapangan mengenai masalah ini.

Demikian ditegaskan Kapolres Lotim,AKBP Ida Bagus Made Winarta,S.IK kepada wartawan sesuai kegiatan gelar pasukan pengamanan pemilu 2019 di Polres Lotim,Jumat (22|3).

” Memang kami mendapatkan informasi  mengenai masalah adanya dugaan pemotongn dana bantuan korban gempa di Lotim,” tegasnya.

Ia menjelaskan dari laporan sementara yang masuk mengenai dugaan pemotongan dana korban gempa tersebut.Dengan kisaran antara sebesar Rp 500 s.d 1 juta, untuk digunakan biaya administrasi maupun biaya lainnya.

” Makanya itu yang sedang kami dalami untuk lebih memperjelasnya,apakah memang benar adanya pemotongan ataukah tidak,” jelasnya.

Loading...

Sementara itu, lanjut orang nomor satu di Polres Lotim menambahkan mengenai masalah bantuan korban gempa tersebut tidak boleh dilakukan pemotongan sebagaimana aturan yang ada.

Karena itu merupakan hak bagi korban gempa yang diberikan bantuan pemerintah pusat sesuai dengan klarifikasi kerusakan rumahnya.

” Dana bantuan untuk korban gempa harus diberikan sesuai dengan ketentuan dan tidak boleh ada pemotongan,” tandasnya.

Ditempat terpisah Wakil Ketua BPD Pohgading, Musahan menegaskan pihaknya menduga juga di wilayah Pohgading dilakukan dugaan pemotongan dana bantuan tersebut.

Bahkan diduga juga data korban gempa yang rusak ringan fiktif.Maka ini tentunya menjadi persoalan yang harus disikapi dengan tegas oleh pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

” Memang kami menemukan dugaan ada data fiktif dari warga yang mendapatkan bantuan korban gempa,” tegasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.