PPG Sejarah Berakhir, Terima Kasih Universitas Hamzanwadi

257
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Hamzanwadi gelar acara perpisahan (2/11/2019).

Acara pelepasan diadakan di Laboratorum Prodi Pendidikan Sejarah yang diikuti semua peserta PPG sebanyak 25 orang.

Peserta PPG Pendidikan Sejarah untuk angkatan ini semuanya berasal dari Nusa Tenggara Timur (Plores, Ende, Ende, Meumere, Alor, Atambua, Labuhan Bajo, Rote, dan lain-lain).

Acara ini merupakan rasa terimakasih dan rasa syukur para peserta setelah mengikuti beberapa tahap kegitan PPG mulai dari proses daring, lokakarya sejak tanggal 5 September, PPL, ukin, sampai selesainya Uji Pengetahuan (UP) yang berakhir hari ini.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Dr. H. Badarudin, M.Pd, beberapa dosen prodi Pendidikan Sejarah antara lain Lalu Murdi, M.Pd, M. Shulhan Hadi, M.Pd, dan Ibu Zidni, M.Pd.

Loading...

Acara yang diadakan atas inisiatif para peserta PPG ini berjalan dengan penuh rasa kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Iryanti Malarangan yang mewakili para peserta mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga atas bimbingan para dosen dan sarana-prasarana yang disediakan oleh panita PPG.

“Kami sangat bersyukur atas bimbingan yang begitu berharga dari para instruktur yang tidak hanya memberikan masukan selama proses loka karya namun kami dibantu sampai selesai UP. Semoga perpisahan hari ini sekaligus menjadi awal untuk kami lebih dekat dengan bapak dan ibu dosen,” katanya.

Nikasia Kewe Sedan sebagai pembawa acara juga banyak memberikan kata-kata perpisahan yang indah mewakili perasaan yang sangat haru.

Sementara Itu, Dr. H. Badarudin, M.Pd selaku Ketua Program Studi menekankan arti penting dari nilai kekeluargaan yang sudah dibangun selama proses PPG yang berkhir pada hari ini.

“setelah proses PPG ini berakhir bapak/ibu guru adalah semeton bagi kami” katanya.

“Semeton dalam bahasa Sasak itu adala saudara yang tidak hanya dibatasi oleh hubungan biologis namun dihubungkan dengan adanya emosional, semoga proses ini menjadikan kita tetap menjadi saudara” jelasnya lebih lanjut.

Setelah sambutan selesai, dilanjutkan dengan penyerahan alat musik tradisional Plores sebagai cindera mata dan kenang-kenangan berupa selendang khas plores oleh beberapa peserta pada ketua prodi dan beberapa dosen yang hadir.

Kesempatan ini juga diabadikan oleh para peserta untuk melakukan poto bersama sebagai oleh-oleh untuk keluarga yang sekaligus dapat menjadi bukti dan kenang-kenangan untu anak cucu mereka bahwa Lombok dan Universitas Hamzanwadi pernah menjadi bagian dari pengembangan karir mereka untuk menjadi guru yang profesional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.