Praya Terancam jadi “Kota Mati”

4014
kali tampilan.
Simpan empat Kantor Bupati Lombok Tengah

LOMBOKita – Bupati Lombok Tengah HM Suhaili Fadil Tohir meminta kepada seluruh jajaran pemerintah di daerah ini untuk terus meningkatkan sinergi pembangunan di tiga zona yang telah dipetakan sejak kepemimpinannya.

“Kita harus berpacu mengisi dan memanfaatkan seluruh potensi yang telah dikaruniakan kepada daerah Lombok Tengah,” kata Bupati HM Suhaili di Bencingah Adiguna Praya, Jumat (2/8/2019).

Kabupaten Lombok Tengah yang menerapkan tiga zona dalam melakukan pembangunan, yakni Zona Aik Meneng di wilayah utara, zona Tunjung Tilah di wilayah tengah dan zona Empak Bau di wilyah selatan harus disinergikan untuk mewujudkan Lombok Tengah Bersatu (Beriman, Sejahtera dan Bermutu).

Loading...

Bupati menyebutkan, saat ini pemerintah pusat melalui lintas kementerian sedang fokus membangun pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang berada di Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, dengan dilengkapi sejumlah sarana dan fasilitas bertaraf nasional bahkan internasional.

Selain membangun kawasan perhotelan, di KEK Mandalika juga dilengkapi dengan sirkuit yang bisa dilintasi balap motor bekelas dunia MotoGP. Sirkuit itu juga nantinya dirancang bisa buka tutup layaknya stadion olahraga lainnya bertaraf internasional, sehingga even-even tingkat dunia bisa dihelat di tempat tersebut.

Khusus di Kota Praya, kata Bupati, harus segera ditata dan dirombak secara besar-besaran untuk mengimbangi kemajuan di wilayah selatan. Namun, penataan dan pembongkaran tersebut tentu harus ada acuan sehingga penataannya menjadi terarah.

“Kalau Praya ini kita diamkan seperti ini, tidak melakukan pembangunan dan penataan, maka yakinlah bahwa Kota Praya ini akan jadi kota mati dan hanya dilintasi oleh orang banyak,” pungkas Bupati Suhaili di hadapan sejumlah pejabat yang hadir saat itu.

Karena itu, menurut Bupati, pembangunan Gelanggang Olahraga dan stadion yang direncanakan dibangun di lapangan Bundar Praya harus segera diwujudkan, komplek pertokoan maupun perumahan warga di sekitarnya harus dipindah dan menempati Rusunawa yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.

Demikian pula dengan rencana pembangunan air mancur di Alun-alun Tastura harus disegerakan untuk menarik minat masyarakat maupun wisatawan berdatangan di tempat ini.

“Kalau hanya membangun perhotelan di Kota Praya, sangat kecil kemungkinan bisa berkembang dengan wajah Kota Praya saat ini. Karena jarak tempuhnya dengan Kota Mataram maupun kawasan wisata di daerah selatan cukup pendek,” tandas Bupati.

Pembuatan obyek wisata air dengan memanfaatkan bendungan Batujai juga sangat diperlukan. Oleh karenanya, bendungan Batujai yang diproyeksikan sebagai ikon wajah Kota Praya harus segera dibangun dan dipoles.

Karena itu, Bupati Lombok Tengah dua periode itu berkali-kali menekankan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun seluruh jajaran masyarakat di daerah ini untuk terus berpacu melakukan pembangunan. Menyusun program pembangunan dan melaksanakannya secara optimal, sehingga dampak kemajuannya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Jangan takut salah. Jangan takut berkreasi dan jangan gengsi untuk bertanya ke SKPD lain maupun memfungsikan bawahannya yang memang ahli di bidang itu. Keluarkan segala kekuatan dan kemampuan yang kita miliki untuk mengimbangi kemajuan di wilayah selatan,” imbuh Bupati Suhaili.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.