Presiden Belum Setujui Huntara

101
kali tampilan.

LOMBOKita – Presiden Republik Indonesia, H.Joko Widodo belum menyetujui pembuatan rumah hunian sementara bagi korban gempa di Lombok Timur pada khususnya dan NTB pada umumnya.

” Pak Presiden belum setuju pembangunan huntara bagi pengungsi korban gempa,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, L.Rusnan kepada wartawan di kantor Bupati Lotim.

Ia menjelaskan pembangunan huntara itu dilakukan apabila rentan waktu penanganan rekontruksi jangka waktu yang lama.Namun karena tahapan ini respon Presiden sudah dilakukan dengan bantuan untuk korban gempa sudah masuk ke rekening.

‎Dengan dilakukan tahap pemulihan kemudian ke tahap rekontruksi sesuai dengan tahapan yang ada. Sedangkan saat ini tim sedang bekerja untuk membersihkan puing-puing reruntuhan rumah korban gempa di Lotim.

” Pembangunan huntara dinilai nantinya akan sia-sia,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Rusnan, untuk pembangunan kembali rumah warga akan dibangunkan rumah tahan gempa yang diberinama risa. Dengan sehari bisa dibangun sebanyak 20 unit rumah.

Dengan standar harga perunit Rp 35 juta dengan ukuran 6×6 meter dengan tipe 21.Termasuk didalamnya komplit dengan pagarnya.

” Masa pemulihan sekitar enam bulan,sedangkan pembangunan huntara itu merupakan inisiatif pribadi korban bersama relawan,” tandasnya.

Keterangan Foto Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim, L.Rusnan.‎

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here