Presiden Hadiri Hari Anak Nasional 2017

Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri peringatan Hari Anak Nasional 2017 di Pekanbaru, Riau, Minggu (23/07/2017).

Keduanya disambut atraksi dari polisi cilik dan sejumlah permainan tradisional oleh anak-anak Riau. Ada sekitar 3.000 anak Indonesia hadir dalam perayaan itu.

Sejumlah menteri Kabinet Kerja juga tampak hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Sekretariat Kabinet Pratikno, Kepala Badan Kreatif Indonesia, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman serta Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan istri.

Presiden pun disambut permintaan swafoto dan bersalaman oleh anak-anak.

Tema Hari Anak 2017 adalah “Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga” dengan pesan utama “Saya Anak Indonesia, Saya Gembira”.

Tema itu dilatarbelakangi perlunya kesadaran keluarga Indonesia untuk mengasuh anak. Keluarga merupakan awal mula pembentukan kematangan individu dan struktur kepribadian seorang anak.

Rencananya, dalam rangkaian acara akan ada pembacaan Suara Anak Indonesia yang diwakili oleh Forum Anak Indonesia (FAN).

Forum Anak Nasional 2017 (FAN 2017) terdiri dari 748 orang peserta, 525 orang yang terpilih dari kabupaten/kota seluruh Indonesia, 68 orang pendamping atau mentor yang mewakili 34 provinsi, dan 66 anak perwira penghubung yang merupakan alumni Forum Anak.

Forum Anak merupakan wadah bagi anak-anak yang belum berusia 18 tahun beranggotakan perwakilan berbagai kelompok anak atau kelompok kegiatan anak yang dibina oleh pemerintah sebagai media untuk mendengar dan memenuhi aspirasi, keinginan, dan kebutuhan anak dalam proses pembangunan.

FAN 2017 akan diselenggarakan mulai 19-22 Juli 2017 Selain itu ada juga penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) diberikan kepada 126 pemerintah daerah kabupaten dan kota yang memiliki komitmen yang kuat untuk membangun wilayahnya menjadi wilayah yang ramah kepada anak.

Peringatan HAN dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak, sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan cinta Tanah Air.

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) telah diselenggarakan sejak tahun 1986 silam, berdasarkan Keputusan Presiden No. 44 tahun 1984

Komentar Anda