LOMBOKita – Aparat Kepolisian Sektor Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengamankan seorang pria yang diduga mencuri telepon seluler di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center.

Kapolsek Mataram Kompol Taufik di Mataram, Kamis, mengatakan pelaku dengan inisial RP (23) diamankan anggota setelah menerima laporan dari petugas keamanan Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center pada Rabu (6/12) siang.

“Setelah menerima laporan ada seorang pelaku pencurian telepon genggam diamankan, anggota langsung merapat ke TKP dan menggiring pelaku ke kantor,” kata Kompol Taufik.

Berdasarkan hasil interogasi pelaku, Taufik mengungkapkan bahwa modus pencurian telefon seluler dilancarkan saat korban sedang tertidur pulas di dalam masjid, selepas salat Dzuhur.

“Mengetahui korban sedang tertidur, pelaku kemudian melancarkan modusnya dengan berpura-pura salat di samping korban dan secara diam-diam mengambil barangnya (telepon seluler),” ujarnya.

Tidak lama kemudian, korban sadar telepon selulernya hilang ketika seorang pengunjung masjid datang membangunkannya. Karena itu korban langsung melakukan pencarian di sekitar masjid dan akhirnya bertemu dengan orang yang dicurigai mengambilnya.

“Setelah dicari, korban menemukan pelaku sedang berada di halaman masjid. Saat diperiksa, pelaku kedapatan menyembunyikan telepon itu dalam saku celananya,” ucap Taufik.

Karena itu, pelaku yang dikatakan telah mengakui perbuatannya langsung diamankan petugas keamanan masjid dan lebih lanjut penanganannya diserahkan ke pihak kepolisian.

Dari pemeriksaan, Taufik mengungkapkan bahwa pelaku sudah berulang kalinya melancarkan modus pencurian telepon seluler tersebut.

“Untuk di Islamic Center, pelaku mengakunya sudah tiga kali, tempat lain, seperti di Masjid Universitas Mataram, kos-kosan juga pernah, jadi pengakuannya sudah untuk kelima kalinya melancarkan modus yang sama,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, pelaku yang telah diamankan beserta barang bukti telepon seluler merek Samsung J3 warna silver disangkakan dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian.

Komentar Anda