Progress PTSL Capai 60 Persen

34
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita  – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tahun 2019,  memperoleh kuota program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), 45 ribu bidang untuk Sertifikat Hak Tanah (SHT) dan 50 ribu Peta Bidang Tanah (PBT).

“Hingga bulan Agustus ini progres capaian PTSL,  sudah 60 persen,” ungkap Edy Budaya Lutfi  Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lotim,

Menurut Edy, dengan sisa waktu yang ada,pihaknya terus berupa menyelesaikan sisa kuota yang ada. Termasuk melakukan
 pengukuran secara fisik semua bidang tanah yang tersebar di 21 Desa  dan  hampir tuntas.

 Proses pengukuran yang menggunakan alat canggih, menjadi daya dukung percepatan pemyelesaian program PTSL ini, kendati dalam sistem administrasinya yang sedikit memakan waktu.

“Animo masyarakat cukup tinggi dalam penerimaan program dan perangkat desapun pro aktif berikan dukungan,” ucapnya.

Dan hal ini salah satu pendukung besar dalam percepatan penyelesaian PTSL ini.

“Kalau lahan itu masih sengketa (K2), kita tinggal. Tapi tanah yang belum kelir atau masuk sistem K2 ini, tidak terlalu banyak di Lombok Timur,”tegasnya lagi.

Ia mengungkapkan, Lotim dibandingkan daerah lain, antusiasme masyarakat jauh lebih tinggi. Sehingga semua proses dilapangan berjalan baik. Bahkan dilihat dari usulan Kepala Desa (Kades) untuk dijadikan objek PTSL, sudah 50 usulan desa yang antre.

“Melihat antusiasme masyarakat tingkat penyelesaian program, menjadi salah satu indikator Lombok Timur dari tahun ketahun mendapat tambahan kuota. Diperkirakan 2020 nanti, kita akan dapat tambahan lagi,”sebut Edy.

Lebih jauh disebutkan Edy, menyikapi adanya asumsi bahwa tanah yang tak bersertifikat akan diambil alih negara, diluruskan Edy bahwa itu tidak benar. Program ini, sesungguhnya untuk memberikan kepastian hukum atas tanah yang dimiliki masyarakat. Sehingga, masyarakat bisa memanfaatkan sertifikat tanahnya itu, sesuai kebutuhan.

“Tidak serta merta tanah yang tak memiliki sertifikat milik negara. Dalam konteks ini, butuh pemahaman lebih jauh lagi, agar masyarakat mengerti dan tak resah,” paparnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.