Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw dan Kompol Fahrizal (Tersangka) saat paparan di Mapolda Sumut, Kamis (5/4/2018) / foto: Tribunnews.com

LOMBOKita – Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadivpropam) Polri Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan polisi menyelidiki dugaan Wakapolres Lombok Tengah (Loteng) Kompol F (41) menembak mati adik iparnya menyalahi aturan membawa senjata api.

Pasalnya, pelaku saat kejadian berlangsung mengambil cuti kerja padahal aturan yang berlaku polisi tidak diperbolehkan membawa senjata saat cuti.

“Itulah persoalannya mengapa anggota cuti atau izin tapi membawa senjata. Seharusnya itu dititipkan sebelum melaksanakan cuti dan izin. Itulah yang jadi bahan penyidikan Propam,” kata Irjen Martuani dalam pesan singkat di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan bahwa hal itu kemungkinan besar nantinya akan memberatkan dakwaan terhadap pelaku.

“Kesalahannya, seharusnya Kompol F menitipkan senjatanya namun tidak dilaksanakan. Itu akan memberatkan dakwaan kepada yang bersangkutan,” ujar Sormin.

Dijelaskannya, saat itu Kompol F masih bertugas sebagai sekretaris pribadi di Kapolda Nusa Tenggara Barat dan belum serah terima jabatan menjadi Wakapolres Lombok Tengah.

“Belum melaksanakan tugas sebagai Wakapolres, makanya dia cuti ke Medan,” tutur Sormin.

Berita sebelumnya: Tembak Adik Ipar, Wakapolres Loteng Diproses Mabes Polri

Peristiwa pada Rabu (4/4) malam itu terjadi saat pelaku bertamu di rumah korban yang berada di Medan, Sumatera Utara.

Korban ditembak pelaku yang merupakan mantan Kasatreskrim Polrestabes Medan itu beberapa kali pada bagian kening, kepala dan perut.