LOMBOKita – Inspektorat Kabupaten Lombok Timur menerjunkan tim untuk melakukan penelitian pengerjaan proyek taman Kota Selong.

Penelitian khusus ini dilakukan setelah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan pemutusan kontrak kerja dengan PT Mari Bangun Persada selaku kontraktor pelaksana proyek yang berada di jantung Kota Selong itu.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Lombok Timur, Haris saat dikonfirmasi mengaku pemutusan kontrak kerja itu atas permintaan dari dinas yang menangani proyek tersebut.

Haris menjelaskan, tim yang diterjunkan itu akan meneliti volume yang sudah dikerjakan oleh kontraktor sampai batas diputuskan kontraknya.

“Hasil kajian itu akan dibahas dengan pihak terkait seperti kontraktor, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Lotim, Dinas Pekerjaan Umum untuk menyelesaikan masalah tersebut,” jelas Haris.

Pihaknya juga, tandas Haris, akan melihat secara rinci kenapa kontraktor itu bisa diputuskan kontraknya oleh PPK.

“Gagalnya kontraktor mengerjakan taman kota Selong, maka uang proyek itu harus dikembalikan ke kas negara, jika pihak kontraktor telah menerima pembayaran,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Selong, Tri Cahyo Hananto menegaskan kontraktor proyek taman kota Selong diputuskan kontraknya lantaran tidak bisa menuntaskan pekerjaannya.

Sebab, kata Kajari, sampai saat ini kontraktor baru mengerjakan hanya dibawah 30 persen.

“Yang jelas kontraktor tidak mampu bekerja sesuai dengan kontraknya, makanya diputuskan kontraknya,” tegas Kajari.