Puan: Revolusi Mental Jangan Hanya Jargon

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani

LOMBOKita – Pemerintah Republik Indonesia tidak ingin program revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo hanya menjadi jargon tetapi harus dilaksanakan.

“Pemerintah telah mencanangkan gerakan nasional revolusi mental sebagai program prioritas. Ini tertuang melalui instruksi presiden nomor 12 tahun 2016 tentang gerakan nasional revolusi mental,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani saat membuka pekan kerja nyata revolusi mental di Stadion Manahan Solo, Jumat.

Ia mengatakan untuk menyukseskan program revolusi mental tersebut, setiap kementerian lembaga serta pemda ditugaskan untuk mengambil langkah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan untuk menjalankan gerakan nasional revolusi mental.

“Gerakan ini diwujudkan secara nyata melalui aparatur sipil negara, kelembagaan, dan program kegiatan setiap kementerian lembaga dan pemda yang berorientasi pada upaya meningkatkan pelayanan publik,” katanya.

Ia mengatakan gerakan nasional revolusi mental membutuhkan keteladanan. Wujud nyata keteladanan yang harus diwujudkan oleh pemerintah adalah memberikan peningkatan pelayanan publik yang makin baik, makin ramah, dan makin simpatik bagi rakyat.

“Pelayanan yang tepat waktu, tepat prosedur, tepat biaya, tepat pelayanan akan memberikan kepuasan kepada masyarakat Indonesia,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Puan yang mewakili Presiden Joko Widodo juga memberikan penghargaan kepada 40 kementerian lembaga untuk penghargaan top 40 inovasi publik.

“Setelah disaring dari 3.054 kementerian lembaga, akhirnya terpilih 40 ini. Capaian ini merupakan wujud nyata dari gerakan nasional revolusi mental,” katanya.

Sementara itu, kegiatan tersebut dihadiri oleh 11 menteri, gubernur, hingga para pelajar dari sejumlah sekolah di Kota Solo. Beberapa gubernur yang memperoleh penghargaan di antaranya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Sedangkan wali kota yang memperoleh penghargaan serupa di antaranya Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Komentar Anda