Puluhan Janda Lingkar Bandara Lombok Teriak-teriak di Kantor Bupati

1241
kali tampilan.

LOMBOKita – Puluhan emak-emak yang mengaku diri sebagai komunitas para janda yang berjualan di lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) mendatangi Kantor Bupati Lombok Tengah, Senin (8/4/2019).

Para ibu-ibu PKL bandara Lombok tersebut teriak-teriak menolak rencana relokasi yang akan dilakukan PT Angkasa Pura. Menurut mereka, lahan yang disediakan saat ini tidak mampu menampung seluruh pedagang.

“Jumlah pedagang saat ini sebanyak 73 orang, tetapi lapak yang disediakan di tempat relokasi hanya 8 lapak. Bapak-bapak mikir gak sih,” teriak Inak Badi Alam saat unjukrasa di depan ruangan bupati.

Para pedagang, kata Inaq Badi Alam, tidak keberatan dipindahkan asal pada posisi yang tepat serta lapak jualan juga tersedia sesuai jumlah para pedagang.

Loading...

“Kami ini para pedagang yang kebanyakan status janda, tolonglah agar kami bisa nyaman berjualan untuk menghidupi keluarga,” tandas Inaq Badi Alam.

Inaq Badi Alam menegaskan akan tetap bertahan berjualan hingga tuntutannya dipenuhi. Bahkan, akan mengerahkan massa lebih besar lagi jika tidak digubris.

Unjukrasa yang didampingi LSM Suaka NTB itu diterima Sekretaris Daerah HM. Nursiah dan Camat Pujut Lalu Sungkul.

Camat Pujut Lalu Sungkul menjelaskan, pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berjanji akan memediasi para pedagang dan pihak PT Angkasa Pura selaku pengelola bandara.

“Pemda hanya bisa mengkomunikasikan dengan pihak Angkasa Pura karena Angkasa Pura punya otoritas sendiri terhadap apa yang ada di bandara,” ucap Lalu Sungkul.

Usai mendapat penjelasan itu, massa membubarkan diri dan hendak menuju kantor DPRD Kabupaten Lombok Tengah untuk menyampaikan hal serupa.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.