Puluhan Tahun Jadi Marbot, Satu Keluarga Dapat Kejutan Umroh Gratis

Cerita Keluarga Pak Udin Pada Acara Tabligh Akbar

111
kali tampilan.
Kamaruddin bersama iatrinya Sapiah

Acara tabligh akbar yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat membawa berkah bagi Kamarudin. Bagaimana tidak, dalam acara tersebut keluarga ini mendapatkan hadiah umroh gratis. Tidak hanya seorang tapi satu keluarga.

Darwis Putra Jagat – Lombok Tengah

Rabu malam (8/8/2018) merupakan saat yang tidak akan dilupakan oleh keluarga Kamarudin. Malam itu Pak Udin dan 5 orang anggota keluarganya mendapat hadiah umroh gratis.

Awal cerita dimulai pada kegiatan tabligh akbar dan doa bersama yang diselenggarakan di Alun-Alun Tastura. Saat itu hadir ulama kondang, Syeh Ali Jabeer. Tidak disangka, kehadiran Ali Jabeer ternyata menjadi nasib baik bagi Pak Udin. Usai gelaran doa bersama, Ali Jabeer mengumumkan kepada khalayak yang kebetulan berprofesi sebagai marbot masjid itu untuk naik ke atas panggung. Saat itu pula, Pak Udin yang tinggal tidak jauh dari lokasi acara hadir di tengah masyarakat Lombok Tengah. Tanpa ragu ketika diminta, Pak Udin naik ke atas panggung. Tanpa disangka pula, Ali Jabeer langsung menanyakan kepada Pak Udin sekeluarga untuk umroh. Tanpa pikir panjang, keluarga pak Udin langsung bilang sanggup.

“Saya tidak sangka bisa umroh bersama keluarga. Saya sangat terharu sekaligus bahagia tidak terhingga,” ungkapnya saat ditemui Lombokita.com di kediamannya yang berada di Kantin Dinas Pendidikan Lombok Tengah.

Usut punya usut, ternyata sejak beberapa hari sebelum hari bahagia itu, istri Pak Udin sering bermimpi menginjakkan kaki di tanah suci Mekkah. Bukan cuma sekali, tapi sudah sekian kalinya. Awalnya dipikir cuma mimpi biasa atau sekedar bunga tidur semata. Namun kuasa Tuhan, satu keluarga sudah di depan mata dengan tanah suci.

“Dalam mimpi saya ternyata begini rupanya Mekkah. Saya sudah sering bermimpi seperti itu,” tutur istri Pak Udin, Sapaiah.

Istri Pak Udin menjadi pedagang di kantin Dinas Pendidikan sejak puluhan tahun lalu. Sedangkan Pak Udin sebelum menjadi marbot, hanya seorang penunggu sekolah. Dan itu pun sekolah yang dijaga selalu berpindah-pindah. Hingga akhirnya memantapkan diri untuk mengabdi menjadi marbot masjid. Rumah Pak Udin juga tidak bagus. Menempati ruang kosong di sudut kantor Dinas Pendidikan. Ukuran tidak besar, kamarpun pas-pasan.

Namun keluarga Pak Udin terlihat selalu bahagia. Selalu bersyukur dengan keadaan menjadi yang utama bagi keluarga yang sedang bahagia ini. Anak Pak Udin sebenarnya ada empat orang. Hanya saja yang satu tidak ikut karena sudah berkeluarga. Anak paling besar yang tinggal bersamanya sudah bekerja. Sisanya masih usia kecil.

“Bapak sudah puluhan tahun jadi marbot masjid. Bapak tidak pernah mengeluh setiap waktu tiba langsung ke masjid,” tuturnya.

Kini, Pak Udin, istri dan ketiga anaknya sedang mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk perjalanan umroh. Pak Udin sekeluarga dijadwalkan berangkat pada Maret 2019 mendatang bersama dengan Syeh Ali Jabeer.

“Tunas doe pelungguh sami,” ujarnya dalam bahasa Sasak yang berati minta doanya ya.