Ratusan Hektar Padi di Lombok Tengah Terancam Gagal Tumbuh

470
kali tampilan.
Para petani Desa Lekor Kecamatan Janapria ini mulai mengeluh tidak ada droping air persawahan, ratusan hektar tanaman padi di tempat ini terancam gagal tumbuh

LOMBOKita – Ratusan hektar areal persawahan yang ditanami padi di Desa Lekor Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat terancam gagal tumbuh.

Hal itu akibat persawahan yang berada di perbatasan Desa Lekor dan Desa Beleka mengalami kekeringan cukup parah sejak beberapa bulan terakhir.

“Air juga tidak pernah sampai di tempat ini, meski ada jadwal droping air dari Kopang dan Dam Pandanduri Lombok Timur,” keluh Pekasih P3A Dusun Santong Desa Lekor Kecamatan Janapria, Amak Sutik ditemui wartawan di kediamannya, Senin (17/2/2019).

Menurut Amak Sutik, droping air ke lahan persawahan ratusan hektar itu tersendat sejak penjadwalan digabung dengan P3A Pepao dan P3A Sukarara. Anehnya lagi, kata Amak Sutik, air sungai justeru tidak pernah berhenti mengalir di sungai Desa Beleka.

Loading...

“Kami tidak ingin ada pembedaan perlakuan dari pemerintah. Namun selama ini kami merasa mendapat perlakuan yang tidak adil dalam droping air ini. Padahal areal persawahan di tempat ini juga sangat luas. Sayang kalau padi yang baru ditanam ini akan rusak,” ucap Amak Sutik didampingi Pekasih lainnya, Amak Sudir dan beberapa warga sekitar.

Tanah persawahan mulai retak-retak, tanaman padi pun terancam gagal tumbuh
Kondisi tanaman padi yang baru ditanam sebulan yang lalu, tambah Amak Sutik, mulai memprihatinkan. Terancam gagal tumbuh dan gagal panen. Sebab, sejak ditanam tidak pernah diairi lagi. Hujan pun di daerah itu tidak pernah turun.

Mumpung keadaan padi belum terlalu parah, katanya, pemerintah daerah harus segera turun tangan dan dropping air ke areal persawahan yang kini mulai terlihat mongering.

Masyarakat di Dusun Santong Desa Lekor, diakui Amak Sutik, sangat antusias mewujudkan swasembada pangan di Lombok Tengah, namun sayang semangat para petani itu tidak didukung dengan kebijakan untuk menjaga ketersediaan air.

“Kalau dalam seminggu ini air tidak juga datang, maka sudah dapat dipastikan padi-padi tersebut akan menguning dan mongering. Dan jangan harap para petani bisa panen seperti tahun-tahun sebelumnya,” imbuh Amak Sutik.

Selain itu, sebut Amak Sutik, saluran irigasi menuju areal persawahan tersebut juga perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Selama ini, perbaikan saluran irigasi melalui Program Rurung dan Reban hanya dongeng, tidak pernah direalisasikan.

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.