Realisasi Pajak Hotel di Mataram Dibawah 50 Persen

79
kali tampilan.

LOMBOKita – Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan tim untuk mengevaluasi pajak hotel karena capaiannya pada semester pertama masih di bawah 50 persen.

“Data 30 Juni 2017, tercatat realisasi pajak hotel masih berada di bawah 50 persen yakni 40,15 persen atau Rp10 miliar lebih dari target Rp25 miliar,” kata Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Mataram HM Syakirin Hukmi di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan, salah satu penyebab belum sesuainya realisasi pajak hotel ini karena sejak Januari 2017 sampai saat ini tidak ada kegiatan berskala nasional yang dilaksanakan di kota ini.

Berbeda dengan kondisi tahun 2016, dimana sejak awal tahun hingga akhir tahun Mataram “kebanjiran” berbagai agenda nasional.

Untuk mengetahui secara pasti penyebab lain dari masih kurangnya realisasi pajak hotel ini, BKD akan menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan pajak hotel secara intensif.

“Setelah tim turun melakukan pemeriksaan, barulah kita bisa tahu secara pasti penyebab capaian pajak hotel yang masih belum sesuai harapan,” katanya.

Menyinggung tentang belum terpasangnya alat “tapping box” sebagai alat kontrol transaksi perhotelan, Syakirin, mengatakan, hal itu masih terkendala pada teknis pengadaannya.

Pada dasarnya, BKD sudah siap dengan anggaran sebesar Rp1 miliar, namun pihaknya tidak ingin ada kesalahan adalam proses pengadaan alat tersebut.

Bahkan karena prinsip kehati-hatian dalam pengadaan “tapping box” ini, pihaknya telah mengirim stafnya belajar ke daerah Sulawesi Utara yang sudah melakukan proses pengadaan alat “tapping box”.

“Karenanya, dalam proses pengadaannya kami melibatkan unsur luar termasuk aparat hukum agar proses pengadaanya benar sesuai dengan ketentuan,” katanya.

Alat “tapping box” ini akan lebih mengoptimalkan pendapatan daerah, karena selama ini pemeriksaan pajak hotel dilakukan secara manual sehingga membutuhkan banyak waktu dan tenaga.

“Tapping box adalah alat kontrol, sehingga kita bisa mencocokkan data yang dilaporkan pemilik hotel dengan data kami secara manual,” katanya. ant