Resep Anak Sholeh Tekun Agama

"Olahraga Basket, Nampaknya Duniawi tapi Melatih Anak Menjadi Pemimpin"

69
kali tampilan.
Hajjah Enok Mutiah Fakhruddin (Pengasuh Pondok Pesantren Modern Subulussalam Gerunung Praya, Lombok Tengah

Waktu Mudik tahun 2016 lalu, saya menyempatkan diri bersilaturrahim ke guru saya, KH. Sulaiman Ma’ruf (pimpinan pondok modern Daar El Istiqomah) Kesawon Sukawana Serang Banten.

Setelah banyak tausiyah yang beliau berikan pada saya, sayapun mengungkapkan sedikit kegundahan saya.

Kegundahan itu saya tumpahkan ke Almukarrom KH Sulaiman Ma’ruf, yakni tentang anak pertama saya, mondok di pesantren modern di Banten, sudah memasuki tahun ke 3, tapi kecenderungannya hanya pada olahraga Bola Basket, bahkan banyak meraih piala dan penghargaan. Padahal kami orangtuanya menginginkan anak itu menekuni agama dan tahfidz Alqur’an.

Karena kami berharap ia menjadi penerus perjuangan kami menjadi pengasuh dan pengajar di Pondok Pesantren Modern Subulussalam Gerunung Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat yang kini semakin berkembang pesat mengajarkan pendidikan agama kepada para santriwan dan santriwati.

Saya katakana kepada beliah bahwa saya dan suami yakni TGH Fakhruddin merasa galau, sempat ingin memindahkan anak saya ke pesantren lain.

“Kyai saya terkekeh dengan khasnya lalu beliau memberi saya saran:

Pertama, tanggung jawab mendidik anak tidak hanya tanggung jawab sekolah atau pondok, bahkan orangtua harus berperan dominan dalam hal ini.

Kedua, kalau tidak bisa mendidik anak secara langsung, maka memohonlah kepada Sang Maha Pendidik untuk mengarahkannya sesuai keinginanmu sebagai orang tua.

Karena ilmu itu ada ilmu Kasby, ada ilmu Wahby

Ketiga, kalau sudah kamu serahkan pada Sang Maha Pendidik, biarkan DIA yaga mengaturnya,

Boleh jadi main basket itu adalah arahan Allah, sedang dididik managemen kebersamaan dalam sebuah tim, belajar dipimpin dan memimpin, belajar kejelian menembak, mengarahkan, mensuport dan sebagainya. Nampaknya duniawi, tapi itulah cara Allah mulai mendidik anakmu untuk menjadi pemimpin besar di masa yang akan datang.

“Yang penting anak menekuni hobinya dan tetap di pesantren. Jangan sekali-sekali menilai remeh main basket itu. Itu olahraga yang luar biasa. Disamping menyehatkan badan, juga melatih mental anak untuk menjadi seorang pemimpin.

Keempat, amalkan ini :
Sholat malam 4 rokaat dengan 2 salam
Rakaat pertama baca surat Al Baqaroh ayat 128 10 kali
Rakaat kedua baca surat Ibrahim ayat 40 10 kali
Kemudian salam

Rakaat ketiga baca surat Al Furqon ayat 74 10 kali
Rakaat keempat baca An Naml ayat 19 10 kali
Kemudian salam

Resapi makna dari setiap ayat dalam setiap bacaan.

Beristigfarlah 100 kali, kemudian membaca doa

رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Insya Allah DIA akan mengarahkan anakmu menjadi seorang yang tafaqquh fiddin sesuai harapanmu.

°°○○○°°○○○°°○○○°°○○°°○○°°°○○°°°○○°°○○○°°○○○°°

Surat Al-Baqarah (2) Ayat 128

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

[Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yangberserah diri kepada dan (jadikanlah juga) di antara anak kami satu umat yang berserah diri kepada dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tbat Maha Penyayang.]

Surat Ibrahim Ayat 40

رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do’aku.

Surat Al Furqon Ayat 74

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً

Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Surat An Naml Ayat 19

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

 

Penulis:

Hj. Enok Muthiah Fakhruddin, Lc., M. Pd. I
– (Pengasuh Pondok Pesantren Modern Subulussalam Gerunung Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah, NTB).

– Calon Anggota DPRD Provinsi NTB Dapil 7 Lombok Tengah dari Partai Demokrat, nomor urut 3.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.