Residivis Narkoba Kembali Ditangkap

62
kali tampilan.

LOMBOKita – Seorang residivis kasus narkoba berinisial MK (30), asal Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, kembali ditangkap pihak kepolisian Nusa Tenggara Barat.

MK alias Boy ditangkap oleh Tim Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB di rumahnya lengkap dengan barang bukti yang menguatkan perannya sebagai pengedar barang haram tersebut.

“Dari penggeledahan yang kami lakukan, ditemukan sejumlah barang bukti yang diduga narkoba beserta perlengkapan yang menguatkan perannya sebagai pengedar,” kata Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB AKBP I Komang Satra di Mataram, Selasa.

Berdasarkan catatan kepolisian, MK sebelumnya pernah berhadapan dengan hukum karena kasus narkoba hingga harus menjalani pidana penjara di awal tahun 2016 lalu selama 20 bulan.

Setelah bebas menjalani masa hukumannya, MK kembali berulah dan menurut informasi berperan sebagai pengedar narkoba di wilayah Sekotong.

Karena itu, informasi yang diterima kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan akhirnya MK berhasil ditangkap pada Rabu (12/7) pekan lalu.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti narkoba yang dikemas dalam plastik bening dengan berat keseluruhannya mencapai 14,52 gran.

“Hasil uji laboratorium menyatakan itu (serbuk kristal putih) adalah narkoba jenis sabu-sabu yang mengandung zat adiktif,” ujarnya.

Begitu juga dengan hasil tes urine, MK dinyatakan sebagai pengguna aktif mengonsumsi narkoba.

Keterangan dari MK menyatakan bahwa barang haram itu didapatkannya dari seseorang yang berdomisili di wilayah Karang Bagu, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Karena itu, Komang Satra kembali menugaskan anggotanya untuk turun ke lapangan dan melakukan pengembangan kasus MK.

“Anggota sudah kita perintahkan untuk melakukan pengembangan dengan mencari identitas pemasoknya,” ujar Komang Satra.

Akibat perbuatannya, penyidik kepolisian menyangkakan MK telah melanggar Pasal 112 Ayat 1 dan 2, Pasal 114 Ayat 1 dan 2, Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman paling berat 20 tahun penjara atau seumur hidup. ant