Restoking Berhasil, Tripang Mulai Panen di Teluk Sunsang Sunut

154
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Teluk Sunsang Dusun Sunut Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat berpotensi pembudidayaan Tripang.

Tripang yang dikembangkan kelompok masyarakat Subama (Sumut Bareng Maju) itu dibawah pendampingan LSM LPSDN NTB dibawah komando Amin Abdulloh sebagai Direktur.

Direktur Lembaga Pengembangan Sumber Daya Nelayan (LPSDN) NTB, Amin Abdulloh menjelaskan, program restoking atau pemulihan habitat tripang itu berawal dari hasil kajian dan diagnostik LIPI bekerjasama juga dengan Badan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Menurut Amin Abdulloh, restoking tripang di Teluk Sunsang Sunut dimulai sejak akhir tahun 2018 dan kini mulai panen.

“Alhamdulillah hari ini mulai panen secara selektif yang dihadiri Bappenas, Lipi, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur, dengan hasil yang cukup memuaskan,” ucap Amin Abdulloh usai panen selektif Tripang, Kamis (4/7/2019).

Untuk program restoking dan budidaya Tripang itu, kata Amin Abdulloh, pihaknya membentuk kelompok masyarakat untuk menjaga dan mengawasi Teluk Sunsang yang dijadikan lokasi restoking seluas 15 hektar.

“Kami bersama masyarakat sudah membentuk awig-awig pembatasan berat minimal penangkapan Tripang, yakni 300-400 gram. Kalau kurang dari itu harus dilepas lagi ke laut,” kata Amin Abdulloh.

Hasil panen perdana ini, menurut Amin, cukup memuaskan, karena usia tripang yang baru berusia 8-9 bulan telah mendapatkan Tripang dengan berat yang cukup sesuai standar minimal.

Rencananya, restoking dan budidaya tripang juga akan dilakukan di beberapa tempat yang berdasarkan penilaian Lipi berpotensi melakukan program serupa.

Amin Abdulloh juga menjelaskan, bahwa program restoking dan budidaya tripang itu dilakukan secara bersama oleh kelompok masyarakat dan mengelola pula secara bersama-sama, dengan diikat oleh awig-awig.

Beberapa ekor tripang hasil panen di Sunut, Kamis (4/7/2019)
Kepala Desa Sekaroh, Mansyur pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih atas program yang dilaksanakan di Teluk Sunsang Sunut.

“Mudahan program yang sama bisa dikembangkan di tempat lain karena saya yakin memiliki karakter air laut yang sama, sehingga bisa dijadikan lokasi restoking tripang,” harap Mansyur.

Ketua Kelompok Masyarakat Budidaya Tripang Dusun Sunut, Syarifuddin menjekaskan, setelah adanya program restoking ini masyarakat mulai memahami karakter tripang yang hidup di dasar laut.

Karenanya, Syarifuddin mengharapkan adanya bimbingan dan pendampingan berkelanjutan untuk restoking dan budidaya tripang. Sebab, 85 persen nelayan di tempat itu sebagai nelayan tradisional.

“Tripang itu tidak seperti ikan biasanya yang selalu muncul di permukaan, tetapi tergantung cuaca dan kondisi air. Kalau air pasang dan cuaca panas, bisa banyak yang keluar, tetapi kalau mendung dan air surut maka tripang akan masuk ke dalam pasir,” ucap Syarifuddin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.