Revitalisasi Wisata Religi Makam Dende Seleh

140
kali tampilan.
Abdul Latif Nadjib
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Abdul Latif Nadjib

LOMBOKita – Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melakukan revitalisasi “Makam Dende Seleh” yang menjadi salah satu wisata religi Mataram berada di Jalan Saleh Sungkar Ampenan.

“Makam Dende Seleh merupakan salah satu makam yang dikeramatkan warga di Kota Mataram dan Pulau Lombok secara umum, sehingga tidak pernah sepi dari peziarah,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Abdul Latif Nadjib di Mataram, Kamis.

Puncak keramaian peziarah di Makam Dende Seleh biasanya menjelang bulan Ramadan, Idul Fitri dan pada musim haji, begitu juga dengan dua makam keramat yang ada di Mataram yakni Makam Loang Baloq dan Bintaro.

Dikatakan, penataan Makam Dende Seleh bertujuan agar dapat menjadi objek wisata religi yang layak dikunjungi baik wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus untuk mendukung wisata halal di NTB itu.

“Saat ini revitalisasi Makam Dende Seleh dalam proses pengerjakan dengan anggaran hampir mencapai Rp200 juta,” sebutnya.

Penataan yang akan dilakukannya antara lain, menata areal makam, tempat ziarah dan fasilitas umum, serta akan ditempatkan satu petugas yang akan menjaga makam sekaligus sebagai pemandu wisata makam.

“Penataan makam Dende Seleh ini sebagai upaya penguatan sejarah sehingga bisa menjadi ajang edukasi bagi masyarakat di daerah ini,” katanya.

Pria yang kerap disapa Latif ini mengatakan, Dende Seleh adalah salah satu perempuan dari Suku Sasak yang berani melakukan perlawanan kepada bangsa penjajah.

Nama “Dende” sendiri berarti anak mas atau anak kesayangan, sedangkan “Seleh” sendiri berarti solah (orang baik) atau solehah.

“Dende Seleh ini memiliki perilaku yang baik dan merupakan sosok perempuan solehah,” katanya.

Karenanya, Dende Seleh ini seringkali dipinang menjadi selir para penjajah, namun dirinya berani menolak karena dia hanya ingin dijadikan istri yang sah.

“Semangat juang seorang perempuan Sasak inilah yang dibanggakan oleh warga di Pulau Lombok sehingga mereka datang berziarah untuk mengambil pelajaran dari perjuangan yang telah dilakukannya,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.