Loading...

LOMBOKita – Tiga kapal perang Indonesia dengan ribuan prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut dari Pasukan Marinir 1 (Pasmar 1) Sidoarjo, siap “bertempur” melawan musuh yang telah menguasai Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.

“Kalau dari perkiraannya, pas fajar menyingsing di Minggu (28/1) pagi, wilayah (Kota Bima) sudah berhasil direbut dari musuh,” kata Perwira Staf Operasi (Pasops) Pangkalan Angkatan Laut Mataram Mayor Gede Padang di Mataram, Jumat.

Gede Padang mengungkapkan hal itu sesuai dengan rencana simulasi invasi musuh dalam latihan tempur Triwulan IV Tahun 2017 yang telah dipersiapkan sejak Kamis (25/1), di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dalam rencana kegiatannya, aksi ribuan prajurit Korps Marinir TNI AL akan melakukan pendaratan amfibi di Pantai Kolo, Kota Bima, pada Minggu (28/1) pagi.

“Komandan Korps Marinir sama rombongan juga akan hadir menyaksikan pendaratannya,” ujar Gede Padang.

Loading...

Aksi merebut kembali daerah yang telah dikuasai musuh, jelasnya, akan diawali dengan penyusupan dari pasukan elit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) mulai Sabtu (27/1) dini hari.

“Pasukan ini akan menyusup ke daerah lawan dan melumpuhkan objek vital. Setelah semuanya aman, baru pasukan marinir beserta kendaraan tempur melakukan pendaratan,” ucapnya.

Aksi pendaratannya akan dimulai dari tiga kapal perang Indonesia yang telah membentuk formasi pada jarak aman dari bibir Pantai Kolo, Kota Bima.

Pasukan marinir bersenjata dan kendaraan tempur TNI AL, akan melakukan pendaratan amfibi dari KRI Makassar, KRI Teluk Jakarta, dan KRI Teluk Sampit.

Ranpur BMP-3F yang menjadi maskot alat utama sistem pertahanan (alutsista) Marinir TNI AL, juga dikabarkan turut tampil dalam latihan tempur ini.

“Ada pasukan terjun tempur juga yang akan meluncur dari pesawat Cassa. Dua helikopter akan ‘on board’ di atas KRI Makassar,” kata Gede Padang.

Lebih lanjut Gede Padang mengungkapkan, selain menggelar simulasi, prajurit Korps Marinir TNI AL akan melaksanakan kegiatan bhakti sosial, pengobatan gratis dan pameran alutsista di pusat Kota Bima.

Sebagai tanda penghormatan bagi masyarakat, sebelum meninggalkan Kota Bima, prajurit Korps Marinir TNI AL akan melaksanakan kirab bersama dengan seluruh ranpurnya.

“Kirab akan dilaksanakan dari Kota Bima sampai balik ke kapal perang,” kata Gede Padang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.