“Romantic Time” Kemasan Pelaku Pariwisata Tetebatu Saat Pemadaman Listrik

215
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita –  Kerapnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) memadamkan lampu, tak membuat  para pelaku pariwisata di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merasa dirugikan, tetapi justru dijadikan daya tarik bagi para wisatawan

para pemilik homestay mengemas mati lampu menjadi romantic time

“Mati lampu kita kemas dengan membuat romantic time,” ungkap Zainul Padli, pelaku wisata di Desa Tetebatu Kecamatan Sikur Kabupaten Lotim

Menurut Padli, suguhan kemasan pelaku wisata di homestay – homestay itu sangat diminati wisatawan.

“Romantic Life dibuat dengan cukup menyalakan lampu penerangan seperti lilin atau botol bekas yang ditaruh setiap sudut kamar,” katanya

Suasana nyaman dan ketenangan di tengah lingkungan yang asri dinilai wisatawan salah satu tambahan pemikat untuk menginap di rumah-rumah warga.

Loading...

Padli juga tak menampik, seringnya mati lampu  belakangan ini,  membuat pelaku usaha cukup terganggu, karena tak ada upaya menolak pemadaman itu, membuat para pelaku wisata berkreasi menciptakan hal hal yang unik dan memiliki daya tarik bagi wisatawan sehingga tak membosankan saat lampu padam.

“Mudahan listrik ini cepat normal, karena banyak aktivitas lain yang tak bisa dilaksanakan karena terkendala listrik,” sebutnya.

Padli juga mengakui, meski pemadaman listrik kerap terjadi, tetapi tak berdampak pada angka  kunjungan wisatawan khususnya manca negara ke wilayah Tetebatu.

“Angka kunjungan hingga saat ini  tetap banyak tidak ada homestay yang kosong. Semua homestay terisi,,” imbuhnya.

Mendatangi Tetebatu, wisatawan menikmati sejumlah paket wisata alam nan eksotik, paket membaur dengan warga. Disebut To Be Sasak People (menjadi orang Sasak) beberapa hari. Wisatawan juga diajak keliling perkampungan melihat sawah dan aktivitas petani bercocok tanam.

Sementara itu, guna mempercepat normalisasi kelistrikan di Lombok, pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) tampak terus melakukan perbaikan. Seperti terlihat perbaikan di sistem jaringan Selong, Kamis (14/11).

Petugas PLN juga melakukan pemangkasan ranting pohon yang berdekatan dengan kabel dan tiang listrik.

Supervisor Keselamatan Kerja PLN Cabang Selong, Dian Aji menerangkan aturan di PLN minimal jarak ranting pohon dengan kabel PLN 2,5 meter. Jarak standar ini dimaksudkan agar tidak ada gangguan pada sistem jaringan. Ranting dan dedaunan yang terlalu dekat bisa menimbulkan konsleting listrik.

PLN juga memasang sebuah alat pada sejumlah tiang listrik. Alat tersebut dipasang, kata Aji, agar saat terjadi pemadaman tidak meluas. Bisa dilakukan pembatasan area yang dipadamkan saat terjadi pemadaman akibat sejumlah gangguan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.