Rumaksi: Program 10 Juta Sapi HKTI NTB untuk Pengentasan Kemiskinan

247
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) NTB H Rumaksi SJ melakukan penandatangan MoU dengan H Bachtiar, Direktur Utama PT Karya Hoqi, untuk program 10 juta ekor sapi di NTB.

Kegiatan penandatangan MOU ini dilaksanakan di kediaman Rumaksi di Desa Bagek Papan Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Rabu malam (21/10).

Dalam kesempatan itu, Bachtiar menjelaskan, program 10 juta ekor sapi akan didatangkan langsung dari Australia secara bertahap. Untuk tahap pertama sekitar 1 juta ekor yang diperkirakan akan tiba di NTB akhir tahun ini, tergantung kesiapan Pelindo.

“Ini jumlahnya besar. Jadi kita datangkan secara bertahap, misalnya sekali kirim 25 ribu ekor sapi. Proses pengirimanya akan cukup lama, bisa sampai 5 tahun,” jelasnya.

Lanjut Bachtiar, program 10 juta ekor sapi tersebut nantinya akan diserahkan kepada masyarakat atau peternak untuk dipelihara secara mandiri atau kelompok. Dan peternak akan mendapat keuntungan bersih dari modal awal. “Persediaan daging sapi kita masih kurang dari jumlah konsumsi, jadi sapi harus kita impor. Masyarakat/perternak juga akan mendapat dampak ekonomi dari pengadaan 10 juta ekor sapi ini,” imbuhnya.

Loading...

Sementara Rumaksi yang juga sebagai Wakil Bupati Lombok Timur menjelaskan, program 10 juta ekor sapi ini merupakan oleh-oleh bagi masyarakat atau peternak di NTB.

Sebab program ini diyakininya akan bisa menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan. Pasalnya, PT Karya Hoqi melalui HKTI NTB akan menyalurkan ribuan sapi tersebut kepada peternak. Selanjutnya peternak akan mendapat keuntungan bersih dari nilai atau modal awal saat sapi diterima peternak.

Lanjutnya, peternak juga akan diberikan kemudahan. Artinya sapi bebas dijual kemana pun dan kapan pun peternak mau. “Asalkan sebelum dijual harus konfirmasi dulu,” jelasnya.

Lebih lanjut Rumaksi menjelaskan, keberadaan program 10 juta ekor sapi ini juga akan berdampak terhadap kemajuan pendidikan. Sebab, selain perseorangan dan kelompok, yayasan dan pondok pesantren (ponpes) juga bisa mengajukan proposal kepada HKTI NTB agar diberikan kuota ternak sapi.

“Ponpes juga bisa saya kasih dia 500 hingga 2000 ekor sapi. Ini tujuannya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Ponpes itu sendiri. Sepanjang mereka punya tujuan, agar anak-anak yang sekolah di pesantren tersebut bisa bebas biaya sekolah dari keuntungan ternak sapi,” pungkasnya.

Untuk mendapat kuota program 10 juta ekor sapi ini, masyarakat bisa mengajukan proposal kepada HKTI NTB atau panitia khusus yang sudah dibentuk. “Semua masyarakat akan kita berikan, sepanjang mereka punya kandang dan lahan,” pungkas Rumaksi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.