Saat Bagikan KIP, Jokowi Mengaku Anak Miskin

150
kali tampilan.

LOMBOKita – Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa dirinya berasal dari keluarga kurang mampu, tetapi orang tuanya selalu berusaha agar anaknya bisa sekolah yang tinggi.

“Saya dulu anaknya orang ngak punya. Tapi orang tua saya entah cari duit dari mana selalu sekolah dimana pun, disekolahkan,” kata Presiden saat membagikan Kartu Indonesia Pintar di Lapangan Rajawali Kita Cimahi, Jawa Barat, Senin.

Presiden berharap keadaan ekonomi tidak menyurutkan orang tua untuk menyekolahkan anak ke jenjang yang lebih tinggi.

“Jadi bukan tidak mungkin, dari putra-putri bapak ibu semuanya ada yang bisa jadi presiden, ada yang bisa jadi menteri, ada yang bisa jadi gubernur, bupati, wali kota, kenapa tidak,” kata Jokowi.

Presiden berharap para penerima 1.191 Kartu Indonesia Pintar dan 800 penerima Program Keluarga Harapan bisa bersyukur ada program bantuan pemerintah untuk menunjang pendidikan anaknya.

“Harus kita syukuri dulunya tidak ada bantuan pemerintah, sekarang ada. Alhamdulillah harus bersyukur sehingga anak bisa sekolah ke jenjang lebih tinggi,” harap Presiden.

Jokowi juga berjanji akan menambah jumlah dan nilai bantuan jika pemerintah memiliki anggaran yang lebih besar.

Usai melakukan pembagian KIP dan PKH ini, Presiden mengakhiri kunjungan kerjanya di Jawa Barat.

Sebelumnya Presiden menghadiri dan menyampaikan orasi dalam rangka “dies natalis” Universitas Padjadjaran ke-60 dan membagikan sertifikat di Lapangan Brigif Cimahi.

Presiden yang dalam penerbangan menuju Provinsi Jawa Barat didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninggalkan Kota Bandung dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan RJ-85 lepas landas Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara ke Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada pukul 18.15 WIB.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.