Sangkar Burung Taman Udayana Masih Kosong, Siapa Mau Isi?

95
kali tampilan.
Jalan Udayana Kota Mataram / foto: blogger

LOMBOKita – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengajak pihak swasta untuk berkontribusi mengisi sangkar burung di Taman Udayana yang telah disiapkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman setempat.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Senin, mengatakan, tahun ini pihaknya tidak memiliki alokasi anggaran untuk mengisi lima sangkar burung yang sudah dibangun di bagian ujung utara Taman Udayana.

“Karena itulah, kami meminta partisipasi pihak swasta untuk menyumbang berbagai jenis unggas milik mereka agar bisa dinikmati pengunjung taman,” katanya.

Sampai saat ini, katanya, beberapa jenis unggas yang sudah disumbang oleh sejumlah pihak yang peduli antara lain, angsa, ayam kalkun, ayam ketawa dan ada juga yang menyumbang kera.

Guna menjaga kelangsungan hidup unggas tersebut, Perkim telah mengangkat dua orang petugas untuk memelihara, memberi makan dan menjaga unggas yang ada di sangkar tersebut.

“Untuk jenis merpati belum bisa kami lepas sini, karena harus diternakkan terlebih dahulu agar tidak pulang ke sangar asal,” katanya.

Kemal mengatakan, pembangunan fasilitas lima sangkar burung berukuran besar tersebut dimaksudkan untuk membuat kawasan taman udayana lebih variatif.

Dengan demikian, ketika ada orang tua yang datang membawa anak atau cucunya ke taman untuk berolah raga, anak atau cucu mereka bisa bermain dan belajar tentang berbagai jenis unggas.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tambahnya, saat ini pihaknya sedang mencari warga yang siap berjualan pakan unggas atau ternak yang ada di sangkar tersebut.

“Jika pengunjung ingin memberi unggas atau ternak makan, maka mereka bisa dengan mudah membelinya di sekitar kawasan Udayana,” katanya.

Lebih jauh, Kemal juga akan melakukan penataan sejumlah sarang burung yang ada di Taman Selagas yang konsep awalnya memang menjadi taman burung.

Akan tetapi, karena kurang terawat kondisi sejumlah sangkar di Taman Selagas kini sudah rusak, akibat akar-akar pohon pelindung di kawasan tersebut yang mulai besar.

“Untuk itu segera kami tata, dan pohon-pohonnya kita ganti dengan pohon dengan akar lebih bagus seperti pohon tabebuya dan ketapang kencana,” ujarnya.