Sarana Penunjang KEK Mandalika Jangan Hanya di Pujut, Desa Lain juga Siap!

225
kali tampilan.
Dian Sandi Utama (DSU) / foto : Istimewa
Loading...

LOMBOKita – Setelah pantai Kuta dan sekitarnya ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika oleh pemerintah pusat, pembangunan sektor pariwisata di daerah yang masuk ke wilayah pemerintahan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah itu terus dibenahi dan dikebut.

Dan teranyar lagi, KEK Mandalika akan dilengkapi dengan sirkuit MotoGP, membuat kawasan tersebut kian primadona dan menjadi salah satu kawasan super perioritas pembangunannya oleh pemerintah pusat.

Lintasan sirkuit balap motor berkelas dunia yang didesain paling indah itu pula membuat beberapa sektor penunjang akan dibangun di wilayah Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Termasuk diantaranya pembangunan Rumah Sakit bertaraf internasional yang rencananya akan dibangun di kecamatan Pujut.

“Kalau pembangunan sarana pendukung KEK Mandalika hanya ditumpuk di wilayah Pujut, jelas akan menimbulkan kecemburuan sosial desa-desa penyangga lainnya. Sebab, desa lain juga siap dijadikan lokasi pembangunan infrastruktur penunjang Mandalika,” tegas tokoh pemuda Lombok Tengah, Dian Sandi Utama kepada wartawan di Praya, Sabtu (28/12/2019).

Menurut Dian Sandi Utama, mestinya pembangunan sarana penunjang pembangunan KEK Mandalika seperti Rumah Sakit Internasional jangan dipaksakan dibangun di kecamatan Pujut, terlebih adanya penolakan dari sebagaian warga.

Loading...

“Kecamatan Praya Barat juga siap, Desa Penujak, Batujai dan beberapa desa lainnya yang berada di jalur baypass menuju KEK Mandalika juga masih sangat luas. Kenapa ngotot bangun di Pujut?,” cetus Dian Sandi Utama yang juga Ketua Pemuda Muslim NTB itu.

Karena itu, kata Dian Sandi Utama (DSU), pihak ITDC selaku pengembang sektor pariwisata di KEK Mandalika perlu memikirkan keluasan dampak dari pembangunan seluruh perangkat penunjang dan pendukung KEK Mandalika.

“Biar bagaimanapun juga, kecamatan lain seperti Praya Barat semestinya menjadi bagian tidak terpisahkan dari rencana besar. Rumah Sakit Internasional ini menjadi polemik. Daripada ribut-ribut, bukankah desa-desa di Praya Barat seperti Penujak-Batujai masih cukup luas untuk membangun prasarana tersebut,” katanya berkali-kali.

Pemerintah dan ITDC, lanjut DSU, harus menyadari bahwa Desa Penujak dan Batujai juga menjadi pintu gerbang keluar-masuk Provinsi NTB.

“Kalau hanya persoalan jarak dengan KEK Mandalika, kan akan dibangun jalur bypass yang langsung dari bandara Lombok tembus Desa Tanak Awu, Penujak dan Batujai,” pungkas DSU.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.