Sarasehan Cyber Media di Lotim: “Perangi Hoax Jelang Pilpres”

128
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Media Online Lombok Timur menyelenggarakan sarasehan menangkal hoaxs (berita bohong).

Dalam sarasehan ini menghadirkan pemateri dari Polres, Kodim 1615/Lotim, KPU, Bawaslu, dan Dinas Kominfo Lombok Timur. Kegiatan dilaksanakan di Rempung, Lombok Timur, Sabtu (9/3/2019).

Ketua Panitia Sarasehan, Samsul Rizal menjelaskan, acara tersebut dilakukan mengingat merebaknya berita-berita bohong dan ujaran kebencian yang berseliweran di media sosial.

“Berawal dari diskusi kecil teman-teman wartawan terkait banyaknya hoaks yang beredar di media sosial, terutama jelang pelaksanaan Pemilu 2019,” ucap Samsul Rizal.

Selain berita-berita tentang Pemilu, kata Rizal, para netizen pun kerap “menggoreng” isu-isu kebijakan pemerintah daerah tanpa melalui konfirmasi terlebih dahulu.

Sarasehan ini mengambil tema: Peranan Cyber Media dalam Mengawal Kebijakan di Lombok Timur dan Menangkal Berita Hoax Jelang Pilpres 2019.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Lombok Timur H. Ridhatul Yasa saat membuka acara mengajak seluruh awak media di daerah ini untuk memerangi hoaxs.

Menurutnya, jejak-jejak digital (elektronik) yang terpublish melalui jejaring media sosial tidak mudah dihapus, kapanpun bisa dimunculkan kembali meski telah dihapus oleh pemilik status.

Kecanggihan teknologi informasi saat ini, kata mantan Kabag Humas dan Protokol Lombok Timur ini, membuat masyarakat gampang membuat dan mendapatkan informasi. Karenanya, jika tidak dibarengi dengan akurasi berita, bisa jadi informasi tersebut berakibat fatal. Tidak saja bagi si pembuat berita, namun seluruh masyarakat yang mengkonsumsinya.

Berita hoax atau berita bohong, kata Ridhatul Yasa, bertujuan untuk menipu dan menggiring opini negatif masyarakat, sehingga menimbulkan emosi dan rasa kebencian.

Kementerian Informasi dan Komunikasi, katanya, hingga saat ini mencatat lebih dari 800 ribu situs berita di Indonesia yang kerap menyebarkan hoax.

“Kita harus pandai-pandai menyaring informasi yang beredar, jangan diterima mentah-mentah sehingga tidak menimbulkan kerugian,” kata Ridhatul Yasa seraya membuka acara sarasehan yang diikuti sekitar 50 orang peserta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.