Ilustrasi pelayanan jasa spa / sayangi.com

LOMBOKita – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengintensifkan pengawasan terhadap jasa spa yang terindikasi melakukan penyimpangan.

“Beberapa layanan jasa spa di Mataram terindikasi menyimpang dengan pelayanan plus-plus,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Mataram Bayu Pancapati di Mataram, Rabu.

Indikasi itu disampaikanya, setelah anggota dan dirinya melakukan pengawasan secara tertutup dalam beberapa pekan terakhir ini pada sejumlah jasa spa.

Dari hasil pengawasan itu, Satpol PP mendapatkan ada enam lokasi spa yang dinilai melakukan penyimpangan aktivitas yang tersebar di enam kecamatan dan beroperasional mulai pagi hingga sore, sedangkan malam mereka tutup.

“Kami bahkan telah mencoba berkonsultasi dengan pemilik spa, dan ternyata aktivitas mereka juga tidak diketahui oleh para pemilik,” ujarnya.

Justru para pemilik spa, lanjutnya, telah mewanti-wanti karyawannya untuk tidak sekali-kali melayani para “hidung belang” yang menginginkan jasa spa plus-plus.

“Oleh karena itu, dalam pengawasan ini kami juga berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja karena terkait dengan pengawasan karyawan spa apalagi para karyawan ini tidak bersertifikat,” katanya.

Pengawasan itu akan terus dilakukan hingga pihaknya menemukan bukti-bukti yang kuat sebagai dasar dilakukan penertiban. “Kami pastikan mereka akan ditertibkan, tinggal menunggu waktu saja,” katanya.

Terkait dengan itu, para pemilik spa yang mereka memberikan jasa pelayanan plus-plus diminta untuk memperbaiki manajemen mereka dan melakukan pengawasan secara maksimal kepada karyawannya sebelum ditertibkan.

“Mari kita sama-sama jaga moto Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya,” katanya.

Komentar Anda